Bitung, DetikManado.com — Tiga anggota DPRD Kota Bitung menjadi sorotan bahkan telah mendapatkan julukan srikandi “Ratu Joget” oleh setelah video mereka berjoget di sebuah destinasi wisata di Bali beredar luas di media sosial.
Alih-alih memberi penjelasan, dua legislator dari PDI Perjuangan, Rafika Papente dan Dewi Suawa, memilih tidak memberikan klarifikasi.
Sikap serupa ditunjukkan legislator Partai Golkar, Cherry Mamesah, yang menyerahkan respons kepada pimpinan DPRD.
Kontroversi mencuat bukan semata karena isi video, melainkan konteksnya. Ketiganya disebut tengah menjalani perjalanan dinas.
Banyak yang mempertanyakan batas antara kegiatan resmi dan aktivitas personal, terutama ketika rekaman yang beredar memperlihatkan suasana santai yang jauh dari kesan kerja kelembagaan.
Dewi Suawa mengakui video tersebut diunggah melalui akun media sosial pribadinya.
“Video itu memang saya posting di akun saya. Kemudian ada yang menyebarkan,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Namun, saat diminta menjelaskan konteks perjalanan dan kegiatan yang dilakukan di Bali, ia menolak berkomentar lebih jauh.
Penolakan itu, kata dia, merupakan instruksi dari Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung.
Pernyataan senada disampaikan Rafika Papente. Ia menegaskan tidak akan memberikan klarifikasi apa pun terkait video tersebut.
“Itu sesuai petunjuk ketua partai,” katanya singkat.
Sementara itu, Cherry Mamesah memilih menahan komentar. Ia menyebut penjelasan akan disampaikan oleh pimpinan DPRD.
“Nanti pimpinan dewan yang bicara,” ujarnya.
Sikap bungkam para legislator ini justru memperluas ruang spekulasi. Kritik publik terutama di media sosial makin tak terkontrol. Bahkan ada yang menyebut ketiga legislator Bitung ini hanya “foya-foya”.
“Perjalanan dinas, yang dibiayai dari uang negara, semestinya memiliki output yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tulis Netizen.
(Jamal Gani)














