Kontra-S Band Manado, Perjuangkan Kemanusiaan Melalui Musik

Aksi panggung Kontra-S Band saat mengisi Panggung Inspirasi Jambore Jurnalistik SIEJ Sulut, Sabtu (19/7/2025), di Pantai Karangria Manado. (Foto: Yoseph Ikanubun/ DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – Sebuah kelompok band lokal asal Manado hadir dengan memilih jalur berbeda. Gaungkan semangat dan pesan yang kuat, musik sebagai alat perjuangan dan kemanusiaan. Itulah Kontra-S, band muda yang lahir dari ruang-ruang tongkrongan dan semangat kolektif.
Kontra-S dibentuk oleh lima anak muda dengan latar belakang yang beragam, di antaranya Indira Maharani Aror (Vokal), Renaldo  Kumendong  atau Aldo (Gitaris 1), Odhy (Gitaris 2), Marfel  Pantolaeng atau Acel (Bass) dan Mustofa Hasan ) atau Taufan/Opan (Drum/Kajon).
Nama Kontra-S sendiri memiliki makna filosofis: Kontra berarti berbeda, dan S adalah singkatan dari kata Semu. Artinya, mereka adalah individu-individu yang sebelumnya berbeda dan tidak mengenal satu sama lain, namun dipertemukan oleh musik dan visi yang sama.
Mustofa Hasan, atau akrab disapa Taufan mengungkapkan, Kontra-S tidak dibentuk dengan niat muluk-muluk. Semuanya bermula dari tongkrongan biasa. Dari situ, benih semangat bermusik tumbuh. Meski beberapa personel seperti Aldo dan Odhy sudah punya kemampuan teknis, anggota lainnya justru belajar dari nol.
“Pertemuan kami awalnya hanya di tongkrongan. Tapi karena ada semangat dan dorongan dari teman-teman, kami mulai serius berlatih. Ternyata kami punya bakat yang perlu diasah,” ujar Taufan.
Debut mereka dimulai di Festival Nelayan Panti Karangria, saat bergabung dalam kegiatan yang digagas oleh Ormas Oi Manado. Berbekal keberanian dan semangat, Kontra-S pun naik panggung.

Kontra-S Band Manado.

Ruang Solidaritas dan Kemanusiaan 
Setelah tampil pertama kali, mereka terus berlatih dan mulai menerima undangan tampil di berbagai acara, seperti Parade Tani Kalasey Dua, Anniversary Pecinta Alam Gelang Rimba Manado, hingga Jambore Jurnalistik Lingkungan.
“Kontra-S membawa lagu-lagu perjuangan, seperti karya-karya Efek Rumah Kaca, Superman is Dead, hingga Iwan Fals. Kami suka lirik yang membawa pesan dan solusi,” jelas Taufan.
Meski punya basis kuat di lagu-lagu perjuangan, mereka kini mulai membuka diri dengan berbagai genre seperti Pop, Rock, hingga Ska, agar bisa menyesuaikan dengan berbagai acara yang mereka hadiri.
Satu tahun berkarya, masih ada jalan  ke depan
Tahun 2025 menjadi momen spesial, karena bertepatan dengan penampilan mereka di Jambore Jurnalistik Lingkungan, Kontra-S juga berulang tahun pertama mereka.
“Bagi kami, bisa tampil di acara SIEJ Sulut adalah kehormatan. Terima kasih atas ruang yang diberikan. Ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ucap Taufan.
Ia juga berharap, ke depan Kontra-S bisa terus menciptakan karya, dan berkontribusi lebih banyak di ruang-ruang seni, baik di Manado maupun luar daerah.
“Semoga ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang kami. Dan tentu saja, kami ingin terus berkolaborasi, berbagi pesan lewat musik, dan tetap berada di barisan yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Saat mengisi Panggung Inspirasi Jambore Jurnalistik SIEJ Sulut, Sabtu (19/7/2025), di Pantai Karangria Manado, kelompok band anak muda ini tampil apik, mengkolaborasikan lagu-lagu yang membakar semangat perjuangan, dan juga bernuasa romantis.
Bahkan Ketua Umum SIEJ Joni Aswira dan Ahli Pers dari Dewan Pers dari Dewan Pers, Yoseph Ikanubun ikut ambil bagian dan berkolaborasi dengan anak-anak muda tersebut dalam alunan musik dan lagu di sela-sela suara deburan ombak. (yos)


Pos terkait