Operasi SAR Bencana Sitaro Berakhir: 17 Nyawa Melayang, Dua Warga Dinyatakan Hilang

Basarnas Sulut saat turun ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada, Selasa (6/1/2026).

Sitaro, DetikManado.com – Setelah 14 hari perjuangan tanpa henti menyisir medan bencana, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi dihentikan, Minggu (18/1/2026). Hingga detik terakhir, dua korban dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang mengungkapkan bahwa keputusan penutupan ini diambil setelah tim gabungan melakukan upaya maksimal hingga batas waktu perpanjangan tanggap darurat berakhir pada pukul 16.00 WITA.

Bacaan Lainnya

“Seluruh potensi SAR telah dikerahkan secara menyeluruh, baik di sektor darat maupun wilayah pesisir. Namun, hingga hari ke-14, kedua korban belum berhasil ditemukan,” ujar George dalam keterangan resminya.

 

Nasib Dua Korban yang Hilang

Dua warga yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Andres Pianaung dan Leonel Pianaung. Meskipun status operasi SAR resmi ditutup, nama keduanya tetap tercatat sebagai korban hilang dalam tragedi ini.

George menjelaskan bahwa durasi operasi sebenarnya telah ditambah tujuh hari dari standar prosedur normal guna menyesuaikan dengan masa Tanggap Darurat Bencana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sitaro.

 

Rekapitulasi Korban

Penutupan operasi ditandai dengan Apel Penutupan Tanggap Darurat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro Cynthia Kalangi.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dan duka cita mendalam bagi keluarga korban. Meski operasi fisik ditutup, koordinasi dengan pihak setempat tetap dijaga jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda baru terkait korban,” ujar George.

Berdasarkan data final Tim SAR Gabungan, total korban dalam bencana ini meliputi 76 orang selamat, 17 orang meninggal dunia, dan dua orang dinyatakan hilang. (yos)

 


Pos terkait