Sitaro, DetikManado.com – Basarnas Sulut menurunkan 16 personilnya untuk ikut membantu penanganan bencana banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. Salah satu paya yang dilakukan adalah membuka akes jalan ke Kampung Laghaeng yang terisolasi.
‘’Tim SAR mencari akses untuk wilayah yang terisolir akibat jalan terputus. Termasuk akses menuju lokasi Kampung Laghaeng yang masih terputus untuk kendaraan,’’ ungkap Kepala Basarnas Sulut eorge Randang pada, Selasa (6/1/2026) siang.
Dia memaparkan, saat ini, tim SAR masih melakukan orientasi medan sekaligus mencari dan membuka akses menuju wilayah yang terisolir akibat banjir bandang. Ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan, pencarian, dan evakuasi korban di lokasi terdampak.

‘’Kami menurunkan 16 personel beserta alat utama SAR untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan pada bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro,’’ ujarnya.
Dia memaparkan, dalam operasi ini, alat utama yang dikerahkan meliputi 1 unit truk personel, 1 unit kendaraan D-Max double cabin, 2 unit motor trail, tenda posko lengkap dengan peralatan posko. Kemudian peralatan medis, drone termal, peralatan evakuasi, peralatan ekstrikasi.
‘’Termasuk peralatan Urban SAR guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan,’’ tuturnya.
Untuk kendaraan diberangkatkan dengan kapal Ferry dari Pelabuhan Bitung. (yos)














