Kodam XIII/Merdeka Terjunkan Pasukan, Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang di Sitaro

Pangdam XIII/Merdeka memerintahkan Dandim 1301/Sangihe untuk segera menggerakkan Danramil 1301-02/Siau beserta personelnya agar turun langsung ke lokasi terdampak.

Manado, DetikManado.com — Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka segera merespons bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dengan mengerahkan personelnya untuk membantu proses evakuasi, pencarian, dan penanganan korban. Bencana yang terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, ini telah menelan belasan korban jiwa.

​Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel ES Lalawi, membenarkan pengerahan pasukan tersebut sebagai bagian dari tanggap darurat bencana.

​“Menindaklanjuti kejadian bencana banjir bandang di Sitaro, Pangdam XIII/Merdeka telah memerintahkan Dandim 1301/Sangihe untuk segera menggerakkan Danramil 1301-02/Siau beserta personelnya agar turun langsung ke lokasi terdampak,” ujar Kolonel Daniel ES Lalawi di Manado, Selasa (6/1).

​Kolonel Daniel menjelaskan bahwa personel TNI saat ini fokus pada kegiatan pencarian korban hilang, mengevakuasi warga yang terdampak, serta memberikan penanganan darurat bersama-sama dengan unsur Polri dan Pemerintah Daerah.

​Sebagai bentuk bantuan cepat, Kodam XIII/Merdeka juga menyiapkan tambahan dukungan personel sebanyak dua peleton yang terdiri dari unsur Satuan Tempur (Satpur), Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), dan Balak, termasuk personel dari Bekangdam (Pembekalan Angkutan Kodam).

​“Dukungan tambahan personel ini dilengkapi dengan kendaraan truk, perlengkapan lapangan, tenda, pailbad, dan aldurlap (alat dapur lapangan) untuk membantu kebutuhan para pengungsi,” tambah Kolonel Daniel.

​Rencananya, pergeseran tambahan personel dan logistik akan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemerintah Daerah Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung, sambil terus memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran.

 

Kondisi Banjir Bandang dan Dampaknya

​Banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di Siau sekitar pukul 02.45 Wita pada Senin, 5 Januari 2026, setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 02.00 Wita. Air bercampur material tanah, batu, dan kayu longsor dari daerah perbukitan dan langsung menerjang permukiman warga.

​Berdasarkan data sementara, wilayah yang paling terdampak antara lain Kelurahan Bahu, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Peling, Kampung Bumbiha, dan Kelurahan Paseng.

​Bencana ini menimbulkan kerugian signifikan:

  • Korban Jiwa: Tercatat 14 orang meninggal dunia.
  • Luka-Luka: 25 orang mengalami luka-luka.
  • Hilang: Satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
  • Pengungsi: Sebanyak 35 Kepala Keluarga atau total 108 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman yang disiapkan pemerintah.
  • Kerusakan Material:64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan. ​21 unit rumah dilaporkan hilang terseret arus banjir.
  • Akses: Akses jalan utama di beberapa wilayah terputus total karena tertutup material longsor, menghambat mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat. (yos)

Pos terkait