Manado,DetikManado.com-Sebanyak 585 wisudawan tahun akademik 2018/2019 Poltekkes Manado dikukuhkan. Acara ini dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Manado Dra Elisabeth N Barung MKes Apt dan Kadis Dikda Sulut dr Grace Punuh MKes serta seluruh civitas akademika yang dilaksanakan di Manado Convention Center, Kamis (05/09/2019).
Adapun mahasiswa yang dikukuhkan terdiri dari Prodi Terapan Keperawatan, Prodi Kebidanan, Prodi Gizi, Prodi Sanitasi Lingkungan, Prodi Diplomatika Keperawatan Reguler Karyawan. Selanjutnya Prodi Recokmisi Pembelajaran Lampau, Prodi Kebidanan Reguler dan Kemampuan, Prodi Farmasi, Prodi Kesehatan Gigi, dan Prodi Teknologi Laboratorium Medis.
Barung melalui Wakil Direktur I Henry Imbar SPd MKes mengatakan capaian kinerja Poltekkes Manado ini ada yang membanggakan dan ada juga yang perlu dorongan untuk ditingkatkan. “Uji kompetensi Nasional kita belum sesuai yang ditargetkan yaitu 67 persen, dan yang paling tinggi adalah hasil diplomatika Teknologi Laboratorium Medis 87,5 persen,”ujar Imbar.
Lanjutnya, dari hasil dari penelitian dan pengabdian masyarakat sudah melebihi apa yang ditargetkan, dan kemauan serta kemampuan dosen dalam menulis di tingkat internasional terindeks fokus sudah meningkat. “Saat ini ada dua dosen kita sudah memiliki id Indeks fokus yaitu Dr Linda dan Sabrina, serta di tahun 2019, ada 29 dosen yang memiliki hak kekayaan intelektual,” bebernya.
Sementara itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Punuh mengucapkan selamat dan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kepada segenap civitas akademika Poltekkes Kementerian Kesehatan Manado atas dedikasi dan komitmen tiada hentinya. Khususnya dalam mendidik dan membimbing peserta didik sehingga bisa mengikuti suatu acara wisuda, dilepas dan dipersembahkan untuk bagi nusa dan bangsa.
Di era globalisasi dan modernisasi dengan segala sesuatunya yang bergerak dinamis, lanjutnya, sudah menjadi tuntutan kewajiban dan tugas bersama selaku bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan bangsa untuk dapat memacu laju pertumbuhan Sulawesi Utara. “Termasuk bangsa Indonesia secara umum dalam berbagai aspek dan bidang pembangunan yang tujuan utamanya adalah pencapaian kesejahteraan rakyat,” katanya.
Lanjut Punuh, tentunya sebaik apapun perencanaan yang telah dilakukan, tidak akan memberikan hasil optimal tanpa adanya dukungan sumber daya manusia SDM yang memadai. “Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terbatas pada kata cukup, namun lebih dari itu kita membutuhkan SDM yang menghadirkan berbagai terobosan, inovasi dan perubahan positif dengan komitmen dan kesatuan tekad bersama,” pungkasnya.(ml)