Tingkat Konsumsi Daging Meningkat, Satwa Liar di Sulut Terancam Punah

Yaki hitam atau Macaca nigra, salah satu hewan yang terancam punah di Sulut.

Manado, DetikManado.com – Akibat konsumsi daging yang meningkat, sejumlah satwa liar dan dilindungi di Sulut terancam punah. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan hewan langka tersebut.

Ketua Yayasan Kinatouan (Yakin) Pelestarian Alam Sulawesi (PAS) Yunita Siwi membeberkan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pilar pembangunan nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

“Pilar pembangunan nomor 15 yaitu ekosistem daratan yakni hendak melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan dengan mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati,” papar Yunita Siwi, belum lama ini.

Yunita Siwi mengungkapkan, satwa-satwa liar yang dilindungi akibat perdagangan ilegal yaitu dengan ciri daging yang tebal. Hal ini sinkron dengan daya konsumtif masyarakat yang terlalu tinggi.

Komentar Facebook

Pos terkait