Uji Sertifikasi Konstruksi di SMKN 1 Tomohon, Korelasi Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri

Kabid Pembinaan SMK Dinas Dikda Sulut,  Vecky Pangkerego MPd mewakili Kepala Dinas Dikda Sulut, Dr Femmy J Suluh MSi saat memberikan sambutan pada, Selasa (5/5/2026), di SMKN 1 Tomohon. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Tomohon, DetikManado.com – Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) VI Makassar memberikan kompetensi tambahan dan uji sertifikasi bagi 25 siswa SMKN 1 Tomohon dan SMKS Kristen 1 Tomohon pada, Selasa (5/5/2026). Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut memberi apresiasi atas terselenggaranya program itu.

“Ini sangat luar biasa ada kesempatan yang diberikan ke Sulut terlebih untuk SMKN 1 Tomohon dan SMKS Kristen 1 Tomohon,” ujar Vecky Pangkerego dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Dikda Sulut, Dr Femmy J Suluh MSi.

Bacaan Lainnya

Vecky Pangkerego memaparkan, di Sulut terdapat 192 SMK, dan kali ini ada 2 SMK yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu lebih menguatkan profesionalisme dan mempersiapkan tenaga kerja konstruksi.

“Harapan ke depan akan ada lebih banyak sekolah untuk bisa menerima program kerjasama ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, ke depannya juga kerjasama dalam bentuk MoU itu bisa dilaksanakan MoU antara BJKW VI Makassar dengan Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Dikda Sulut. Selanjutnya nanti turun dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan sekolah.

“Ini menjadi dasar untuk turun ke sekolah. Ini juga permintaan dari BPK, bahwa kerjasama dengan Dinas Pendidikan baru turun ke sekolah-sekolah,” tuturnya

Dia mengatakan, program tersebut sangat bermanfaat bagi siswa supaya ada pegangan, ketika jadi alumni. Ini pengakuan, di dunia kerja dan industri.

“Terima materi dengan baik, agar saat uji sertifikasi hanya ada dua yakni kompeten atau tidak kompeten untuk mendapat sertifikat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BJKW VI Makassar, Siti Nursia ST MT memaparkan, program itu merupakan korelasi antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Lulusan SMK menjadi salah satu pilar menjadikan tenaga konstruksi.

“Banyak SMK yang bergabung dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Kepala BJKW VI Makassar mengatakan, selama kegiatan pemberian kompetensi tambahan itu, ada sejumlah materi yang disampaikan. Untuk materi awal terkait dengan regulasi jasa konstruksi.

“Ini sesuai UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” tuturnya.

Kerjasama antara BJKW VI Makassar, Dinas PUPR Kota Tomohon, SMKN 1 Tomohon dan SMKS Kristen 1 Tomohon dalam peningkatan kompetensi di bidang konstruksi. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Dia memaparkan, dalam regulasi itu diatur bahwa tenaga kerja harus ada sertifikat konstruksi, dan pemberi kerja harus menggunakan tenaga kerja yang punya sertifikat. Ini peran strategis dalam mencetak, dan membentuk tenaga kerja konstruksi yang terampil dan kompeten.

“Hal ini sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto. Dalam Asta Cita, Kementerian PU yakni memperkuat Sumber Daya Manusia dan pendidikan serta melanjutkan pengembangan infrastruktur,” papar Siti Nursia.

Menurutnya, hal itu juga sesuai dengan moto Kementerian PU yakni 608; investasi dan infrastruktur 6, mengentaskan kemiskinan sampai titik 0, dan pertumbuhan ekonomi di 8 persen.

Terkait MoU dengan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi, dia mengatakan, tidak semua provinsi merespon ketika ada tawaran kerjasama BJKW. Kerjasama di level Dinas Pendidikan Provinsi, targetnya di Bidang SMK.

“Misalnya di BJKW III Jakarta, berapa kali Dinas Pendidikan diundang rapat online tapi tidak hadir. Responnya lebih cepat kalau hubungi satuan pendidikannya atau sekolah,” ujarnya sambil menambahkan kedepannya akan lebih dioptimalkan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi.

Diberitakan sebelumnya, BJKW VI Makassar memberikan kompetensi tambahan dan uji sertifikasi bagi 25 siswa SMKN 1 Tomohon dan SMKS Kristen 1 Tomohon pada, Selasa (5/5/2026).

Ketua Panitia, Arifah Kusumardhani memaparkan, pelaksanaan kegiatan tersebut selama 3 hari mulai Selasa – Kamis (5-7/2026), bertempat di SMKN 1 Tomohon.

Jumlah peserta sebanyak 25 siswa yang berasal dari SMKN 1 Tomohon sebanyak 14 orang, dan SMKS Kristen 1 Tomohon sebanyak 11 siswa.

Kepala SMKN 1 Tomohon, Bastian Turambi SPd Gr menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dari BJKW VI Makassar yang telah bekerjasama untuk meningkatkan kompetensi para siswa.

Hal senada disampaikan Kepala SMKS Kristen 1 Tomohon, Rytje Langkai SPd. Menurutnya, menjadi kebanggaan ketika sekolah yang dipimpinnya dipercayakan untuk bekerja sama dengan BJKW VI Makassar. (yos)

 


Pos terkait