Bertahan 5 Hari di Hutan, Wanita 79 Tahun di Tomohon Ditemukan Selamat 3 Km dari Rumah

Korban yang ditemukan dalam kondisi lemas langsung dilarikan ke RS Siloam Sonder pada pukul 07.50 Wita untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Tomohon, DetikManado.com – Setelah lima hari proses pencarian yang menegangkan, Aneta Awuy (79), warga Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulut, yang dilaporkan hilang di Perkebunan Zanuriri, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (4/5/2026) pagi.

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban di area Perkebunan Rambunan, sekitar 3 kilometer dari kediamannya, setelah melakukan penyisiran intensif menggunakan teknologi drone thermal. Korban yang ditemukan dalam kondisi lemas langsung dilarikan ke RS Siloam Sonder pada pukul 07.50 Wita untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Bacaan Lainnya

Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari PMI, RAPI, hingga kelompok pencinta alam.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi dalam operasi ini, sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat,” ujar George dalam keterangannya pascaevakuasi.

Ia menekankan bahwa sinergi lintas organisasi menjadi kunci utama korban tetap bisa ditemukan meski sudah memasuki hari kelima.

Operasi SAR ini bukan tanpa tantangan; tim harus membagi personel ke berbagai titik koordinat sejak briefing dimulai pukul 06.50 Wita. Berkat koordinasi yang matang, keberadaan Aneta berhasil terdeteksi hanya dalam waktu 40 menit setelah pencarian hari itu dimulai.

Dukungan peralatan seperti rescue truck dan perangkat komunikasi yang mumpuni di medan perkebunan yang cukup sulit sangat membantu tim dalam mempercepat proses evakuasi dari titik temuan menuju pusat medis.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR di Tomohon Selatan ini resmi dinyatakan ditutup pada pukul 08.10 Wita, setelah seluruh tim melakukan debriefing dan evaluasi. Seluruh unsur yang terlibat, termasuk KPA Vulkano Tomohon dan masyarakat sekitar, kini telah ditarik kembali ke satuan masing-masing. (yos)


Pos terkait