Manado, DetikManado.com – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) membantah keterlibatan mereka dalam aksi demontrasi di Markas Polda Sulut, pekan lalu. Diketahui, demo tersebut menuding Rektor Unsrat melakukan tindak pidana korupsi.
“Tidak ada koordinasi internal sama sekali, jadi secara kelembagaan MPM Unsrat tidak terlibat dalam aksi demonstrasi itu,” ujar Ketua Umum MPM Unsrat, Justin Anlo pada, Selasa (5/5/2026).
Dia mengatakan, memang ada beberapa ijin yang harus disampaikan saat akan ada aksi demonstrasi, apalagi membawa nama institusi Unsrat. Jika ada mahasiswa yang hadir dalam aksi itu, maka dilakukan secara perorangan atau tidak membawa institusi.
Hal senada disampaikan Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul. Menurutnya, pihaknya selalu berdiri pada kebenaran dan berpihak pada orang tertindas.
“Tri Dharma Perguruan Tinggi, ada pengabdian pada masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya tidak terlibat pada beberapa eskalasi aksi yang terjadi meski nama mereka tertera di salah satu flyer. Menurutnya, di Unsrat tidak ada pembatasan dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa.
“Menyikapi ini (aksi demo), tidak negatif dan anarkis. Apa yang baik diambil, yang buruk tidak usah dilihat. Tidak ada keterlibatan (kami) dengan (aksi) itu,” ujar Solideo Saul.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Unsrat, Dr Ralfie Pinasang SH MH mengatakan, mahasiswa harus prioritaskan kuliah mereka. Ada informasi mahasiswa yang ikut demo itu sudah alumni.
“Mahasiswa datang ke kampus harus memenuhi kewajiban mereka mengikuti kuliah. Kami tidak membatasi, tapi setiap aksi itu punya ijin. Ada sanksi disiplin kalau ada pelanggaran,” ujar Ralfie Pinasang didampingi Wakil Rektor 2, Prof Dr Ir Royke I Montolalu SPi MSc dan Humas Unsrat, Drs Philep Regar MSi.(yos)















