Upaya KPU Kota Manado Tingkatkan Partisipasi dan Kualitas Pemilih

Kegiatan yang berlangsung di NDC Resort and Spa Kota Manado, Senin (22/12/2025), ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Manado, Ferley B Kaparang SH MH.

Manado, DetikManado.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado menunjukkan keseriusannya dalam menyongsong pesta demokrasi mendatang dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih. Acara ini secara spesifik menargetkan Delapan Segmen Pemilih sebagai upaya strategis untuk meningkatkan angka dan kualitas partisipasi pemilih di Ibu Kota Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung di NDC Resort and Spa Kota Manado, Senin (22/12/2025), ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Manado, Ferley B Kaparang SH MH. Dalam sambutannya, Ferley menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan pemilu.

Bacaan Lainnya

Anggota KPU Kota Manado, Ramli Pateda, dalam paparannya menegaskan bahwa peningkatan partisipasi pemilih yang cerdas dan berkualitas adalah prioritas utama lembaga. Ramli mencatat bahwa meskipun golput (tidak memilih) merupakan hak politik setiap individu, kesadaran akan hak dan kewajiban dalam menyalurkan suara harus diutamakan.

“Keterlibatan warga pemilih adalah prioritas utama kami. Tidak memilih itu adalah hak politik, namun kita perlu sadar bahwa kita memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara. Peran Bapak dan Ibu sangat mendukung proses ini,” ujar Ramli.

Ramli juga memaparkan data historis partisipasi. Meskipun tercatat sudah 13 kali pemilu presiden dan legislatif digelar dengan tingkat partisipasi yang fluktuatif, Ramli mengklaim tingkat partisipasi Sulut menduduki posisi membanggakan.

“Sulut berada di tingkat ketiga setelah Jawa Timur di Indonesia untuk tingkat partisipasi pemilih, rata-rata di tingkat kota. Walau ada sedikit penurunan, ini menunjukkan potensi besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, apatisme dan ketidakpedulian terhadap urusan politik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya angka partisipasi.

Sementara itu, Anggota KPU Kota Manado, Hasrul Anom, membedah proses pemilu dari sisi teknis. Menurutnya, partisipasi pemilih adalah bagian hilir dari proses yang berjalan, sementara hulu utamanya terletak pada teknis penyelenggaraan yang efektif dan efisien.

Hasrul juga menyampaikan perkembangan terkini terkait partai politik.

“Pemutakhiran data menunjukkan ada 48 partai politik di tingkat nasional, dan 18 di antaranya aktif di Manado,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kendala teknis di Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU Manado telah menyiapkan strategi khusus.

“Setiap undangan pemilih kita sudah berniat melakukan klaster pemilih supaya tidak menumpuk. Harapannya, warga tidak perlu menunggu lama saat menyalurkan hak pilih,” tambahnya.

Terkait tantangan penurunan partisipasi, Hasrul tidak menampik adanya kejenuhan di kalangan warga.

“Tingkat partisipasi menurun karena jarak antar pemilu dan pilkada yang terlalu dekat, sehingga warga cenderung jenuh,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa sosialisasi pendidikan pemilih ini menjadi kunci untuk menyegarkan kembali semangat warga Manado dalam berdemokrasi. (yos)


Pos terkait