Sasar Delapan Segmen, KPU Kota Manado Menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih

Kegiatan yang digelar di NDC Resort and Spa Kota Manado, Senin (22/12/2025) ini, dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Manado Ferley B Kaparang SH MH.

Manado, DetikManado.com – KPU Kota Manado menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada Depalan Segmen Pemilih dalam Rangka Meningkatkan Partisipasi Pemilih di Kota Manado. Kegiatan yang digelar di NDC Resort and Spa Kota Manado, Senin (22/12/2025) ini, dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Manado Ferley B Kaparang SH MH.

“Kegiatan ini urgen, tiap tahun, tiap saat kita wajib untuk mencetak pemilih atau pemilih pemula yang cerdas, yang bisa mencerna informasi yang akurat dan hoaks,” papar Ferley B Kaparang didampingi anggota KPU Kota Manado Ramli Pateda dan Hasrul Anom.

Bacaan Lainnya

Dia memaparkan, banyak hal mempengaruhi pemilih sehingga apatis dalam pemilihan. Dari data yang ada memang partisipasi di Pemilu dan Pilkada berbeda faktornya dinamis, berbeda dengan di kabupaten dan kota yang lain.

“Manado kalau secara masif tidak dilakukan sosialisasi akan banyak apatis. Karena itu jauh hari kami lakukan sosialisasi kepada delapan segmen pemilih,” papar Kaparang.

Dia menyatakan, sosialisasi itu sangat penting. Waktu lalu pihaknya menyasar kecamatan, tapi karena tidak mengakomodir seluruh warga masyarakatnya maka saat ini sosialisasi menyasar delapan segmen.

“Pemilih pemula di 2029 ini bisa memberikan dampak kepada komunitasnya termasuk segmen pemilih pemula, perempuan, disabilitas. Sehingga diharapkan ada peningkatan partisipasi pemilih,” ujarnya.

Ferley B Kaparang menjelaskan, Pilkada lalu pihaknya juga melakukan belanja masalah. Pemilih perempuan dan disabilitas banyak yang tidak terjangkau.

“Ini menjadi masukan kami ke KPU Provinsi dan KPU RI,” ujarnya.

Hal lainnya adalah sosialisasi yang terhambat di wilayah kepulauan. Tidak menyentuh sosialisasi di sana karena cuaca, tapi KPU Kota Manado tetap mengantisipasi sosialisasi melalui daring.

Dia juga memaparkan terkait menyebarnya informasi hoaks di tengah tahapan Pemilu dan Pilkada. Menurutnya, Pemilu dan Pilkada tidak hanya perang darat tapi juga udara. Ini mempengaruhi tahapan dan berdampak pada pemilih pemula serta lansia.

“Sehingga kita perlu klarifikasi isu yang mendelegitimasi peran penyelenggara.

Jurnalis bisa memberikan ruang klarifikasi terhadap isu-isu yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi kepala pemilih bukan nanti mulai tahapan atau di TPS, tapi dari sekarang sudah mulai.

Sosialisasi pendidikan pemilih ini terkendala keterbatasan anggaran, sehingga pihaknya memilih mana segmen yang prioritas.

“Hindari golput, meski memang memilih itu tidak diwajibkan. Tapi sebisa mungkin ada kesadaran untuk memilih,” ujarnya memungkasi.

Diketahui, delapan segmen pemilih itu adalah, pemula, keagamaan, komunitas, kelompok rentan, pendidikan, masyarakat sipil, partisipasi rendah dan daerah rawan bencana. (yos)


Pos terkait