Update Banjir Bandang di Sitaro: 682 Warga Mengungsi, 141 Rumah Rusak

Salah satu lokasi yang diterbangkan banjir bandang di Kabupaten Sitaro, Sulut.

Sitaro, DetikManado.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. Diketahui, bencana menerjang wilayah itu pada, Senin (5/1/2026) dini hari.

“Proses pencarian tiga orang yang masih hilang dalam peristiwa banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara dilanjutkan pada hari ini Rabu 7 Januari 2026,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada, Rabu siang.
Dia mengungkapkan, Data sementara, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 16 jiwa.

Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui,” ujarnya.

Banjir bandang juga menimbulkan kerusakan infrastruktur yakni tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. “Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Ini sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026. “Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” papar dia.

Hingga satu pekan ke depan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang di seluruh wilayah Tanah Air.

Sementara itu, hujan lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

Angin kencang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi prakiraan cuaca tersebut yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah. Pemerintah daerah khususnya BPBD diimbau untuk secara rutin memantau kondisi wilayahnya, khususnya area yang memiliki risiko bencana tinggi,” ujarnya memungkasi. (yos)


Pos terkait