Jakarta, DetikManado.com – Bursa calon Ketua Umum PSSI kian memanas menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023. Ada Erick Thohir dan Lanyalla Mattalitti. Bagaimana dengan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule?
Diketahui, Erick Thohir didukung sejumlah pemilik klub seperti Raffi Ahmad, Kaesang Pangarep hingga Atta Halilintar serta sejumlah pemilik klub lainnya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Sementara Lanyalla Mattalitti sebagai mantan Ketua Umum PSSI Periode 2015-2016 juga mempunyai basis dukungan dari sejumlah Asprov PSSI.
Nah bagaimana dengan Iwan Bule? Sebagaimana dilansir dari laman resmi PSSI, Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 ini memutuskan untuk tidak maju lagi pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023.
‘’Para voter dan sahabat-sahabat PSSI yang saya cintai dengan segala kerendahan hati kita panjatkan syukur karena kongres biasa PSSI telah selesai kita laksanakan dengan lancar,” ujarnya.
Dia mengatakan, kongres berhasil menghasilkan berbagai ketetapan strategis jelang KLB nanti. Semoga KLB akan menghasilkan pemimpin baru pada Februari nanti.
‘’Sebelum dan selama penyelenggaraan kongres biasa ini, banyak yang bertanya kepada saya, apakah ketua umum akan maju lagi,’’ imbuh dia.
Iriawan pun memastikan tidak akan maju lagi sebagai Ketua Umum PSSI. Setelah melakukan sholat istikharah, dia merasa pengabdiannya kepada PSSI sudah cukup maksimal, tenaga pikiran waktu bahkan materi sudah didedikasikan untuk PSSI.
“Saya memutuskan bahwa, tidak akan maju lagi dalam pencalonan sebagai ketua umum dalam KLB nanti. Tetapi, saya akan tetap bekerja dan mengawal proses KLB supaya dapat terlaksana dengan kondisi yang aman, nyaman dan lancar bagi seluruh voter,” ujarnya.
Iriawan pun memita para voters tetap bersatu untuk memajukan PSSI. Dinamika yang berkembang di arena kongres biasa maupun di luar telah diketahui.
“Saya mengajak kepada sahabat-sahabat saya, untuk berpikir jernih dalam kondisi apapun. Jika ada masalah semua pasti ada solusinya,” katanya.
Menurutnya, dalam sepakbola semua bersahabat dan bersaudara, tetapi kadang pada pertandingan saling tegang. Namun, setelah pertandingan saling berjabat tangan.
“Di luar pertandingan juga harus begitu, jika ada masalah coba selesaikan secara duduk bersama, secara musyawarah untuk mufakat. jangan ada perpecahan dan jangan saling menjelekkan,’’ ujarnya. (Yoseph Ikanubun)















