Pantai Babo Moonow, Tempat Wisata Murah di Bolaang Mongondow

Pantai Babo Moonow yang nyaman untuk anak-anak mandit air laut.

Bolmong, DetikManado.com – Pantai Babo Moonow di Desa Babo, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Biasanya hari libur dan akhir pekan, warga BMR banyak yang memilih berekreasi di pantai itu. Ada yang datang berkelompok menggunakan mobil maupun menggunakan sepeda motor.

Bagi warga Kotamobagu, untuk menuju ke pantai ini, harus menempuh perjalanan darat dengan jarak sekitar 80 km.

Setiba di Desa Babo, lokasi pantai seluas 1 hektar ini berada di sisi kanan jalan Trans Sulawesi, pada bagian depan pintu masuk terpasang papan kecil bertuliskan “Selamat datang di Pantai Babo Moonow”.

Di gerbang, pengunjung diharuskan membayar retribusi masuk untuk Bus Rp 30.000, Mobil Rp 15.000, Becak Motor (bentor) Rp 7.000, sedangkan sepeda motor Rp. 5.000.

Saat berada di area tersebut, pengunjung bebas memilih tempat yang nyaman untuk bersantai, pengelolah menyiapkan 10 tempat duduk beratapkan daun rumbia dan 4 lagi tanpa atap. Ada juga 1 unit rumah susun satu kamar tidur yang disewakan kepada pengunjung yang hendak bermalam.

“Pengunjung bebas menggunakan tempat duduk tanpa ada biaya tambahan, semuanya tempat duduk gratis. Kecuali rumah panggung biayanya Rp 250.000 per malam,” jelas Hal Pontoh salah satu karyawan di tempat itu, Sabtu (08/06/2019).

Suasana pantai Babo Moonow

Lanjutnya, pantai sangat nyaman bagi anak-anak untuk mandi sebab tidak terlalu dalam, dan di sini belum pernah ada yang menjadi korban tenggelam.

Di tempat ini, anak-anak dan orang tua memadati pantai tersebut, ada yang mandi air laut, ada pula hanya sekedar berswafoto sambil menikmati indahnya suasana pantai.

Sore hari, pengunjung disuguhkan keindahan tenggelamnya matahari yang dipercantik dengan latar belakang Pulau Tiga di Maelang.

Bagi pengunjung yang tak sempat membawa bekal makanan dari rumah, di area ini terdapat tiga kantin warga yang menjual aneka minuman ringan serta mie instan. Selain itu tersedia juga pisang goroho goreng.

Seperti tempat rekreasi lainnya di Bolmong, pengelolah pantai ini juga menyiapkan 2 water closet (WC) dan 6 kamar bilas.

Untuk pengunjung yang beragama Islam, jangan khawatir tertinggal waktu salat. Di dalam area tersebut, pengelolah sudah menyiapkan 1 unit musala dengan luas 4 x 5 m2.

Bagi yang suka minum minuman keras (miras), jika ke pantai ini sebaiknya jangan membawa barang tersebut, karena dalam waktu-waktu tertentu, pengelolah bersama anggota Kepolisian setempat melakukan patroli di sekitar pantai untuk memastikan tidak ada pengunjung yang melakukan pesta miras.

“Saya dan keluarga sudah beberapa kali berlibur di sini, karena pantainya nyaman, biaya masuk murah karena dihitung per kendaraan bukan per kepala, selain itu air untuk bilas jaga lancar,” tutur Fitra Dewi Pasambuna, pengunjung dari Desa Modayag, Kabuaten Bolaang Mongondow Timur.

Pantai ini adalah milik warga Desa Babo, Nahara Dilapanga atau oleh masyarakat sekitar akrab memanggil wanita berumur 80 tahun ini dengan panggilan Nenek Ami.

Menurut putri kedua Nenek Ami, Ibu Ragoan Ambarak, aera sepanjang 115 meter ini dibuka untuk umum sejak 20 tahun silam.

“Saat Ayah meninggal, Ibu kami bersama 5 anaknya membuka tempat ini untuk umum,” jelas Ragoan.

Lanjut Ragoan, dari hasil retribusi masuk, Nenek Ami yang berasal dari Kelurahan Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu ini, dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 jutaan pada akhir pekan biasa. Tapi saat liburan hari raya, tempat ini bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 5 juta per hari. (dem)


Pos terkait