Manado, DetikManado.com – Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado bergerak cepat melakukan operasi medis darurat (medevac) di perairan Laut Maluku, Kamis (26/3/2026).
Langkah ini diambil setelah kapal KM Anaya dilaporkan mengalami kebakaran hebat di bagian kamar mesin yang melukai empat orang kru kapal.
Laporan insiden tersebut diterima Basarnas pada pukul 15.50 WITA. Berdasarkan informasi awal, api berkobar saat kapal tengah melintas di koordinat 1°54’10.62″ LU – 126°23’49.98″ BT. Upaya mandiri kru untuk memadamkan api justru memicu jatuhnya korban luka.
Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa dari empat korban tersebut, satu di antaranya dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis segera.
“Kami menerima laporan bahwa ada empat ABK yang mengalami luka bakar saat mencoba memadamkan api di ruang mesin. Satu orang dilaporkan mengalami luka bakar berat, sehingga kami harus melakukan evakuasi medis darurat atau medevac secepat mungkin,” ujar Nuriadin Gumeleng saat dikonfirmasi Kamis sore.
Menyikapi urgensi tersebut, Basarnas Manado telah menerjunkan tim rescue pada pukul 16.12 WITA menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk mencegat (intercept) KM Anaya yang saat ini sedang bergerak perlahan menuju Pelabuhan Bitung.
”Tim bergerak menuju titik intercept. Kapal KM Anaya sendiri saat ini berlayar dengan kecepatan 6–7 knot menuju Bitung. Estimasi tim kami akan bertemu dengan kapal tersebut di tengah laut sekitar pukul 20.00 WITA untuk langsung mengevakuasi korban yang luka parah,” tambah Nuriadin.
Personel Gabungan Dikerahkan
Operasi SAR ini tidak dilakukan sendirian. Basarnas Manado bersinergi dengan sejumlah unsur potensi SAR lainnya untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar saat kapal bersandar nanti.
Beberapa unsur yang terlibat di antaranya:
- Tim Rescue Kantor SAR Manado & Unit Siaga SAR Bitung
- Pol Airud Bitung
- Unit Siaga SAR Likupang
- BPBD Bitung
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap keempat korban masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari pihak berwenang.
”Kami minta semua pihak tetap berkoordinasi. Perkembangan mengenai kondisi korban dan posisi kapal akan kami sampaikan secara berkala,” ujar Nuriadin. (yos)















