Kotamobagu, DetikManado.com – Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan akan segera membuka kantor operasional BPOM di Kota Kotamobagu. Ini untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Hak ini dibahas dalam pertemuan di ruang kerja Wali Kota Kotamobagu, Rabu (29/04/2026).
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis ini demi menjamin keamanan konsumsi warga.
Mengingat BPOM belum memiliki gedung permanen di wilayah tersebut, Pemkot telah mengarahkan penggunaan salah satu aset daerah untuk dijadikan kantor dengan status pinjam pakai.
“Hal ini dilakukan sebagai langkah percepatan karena BPOM belum memiliki gedung kantor permanen di Kotamobagu. Harapannya, kehadiran kantor ini memudahkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait apa yang mereka konsumsi,” ujar Weny.
Kepala BPOM Manado, Hermanto, menjelaskan bahwa pembentukan kantor ini merupakan respons atas tingginya kebutuhan masyarakat akan kehadiran negara dalam mengawasi produk obat dan makanan secara langsung di daerah.
“Tujuannya supaya lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memudahkan koordinasi dengan Pemko serta kabupaten-kabupaten yang ada di sekitar sini. Kami akan memberikan edukasi ke masyarakat serta pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan perekonomian,” kata Hermanto.
Kehadiran kantor operasional ini nantinya akan mencakup sejumlah poin strategis, di antaranya pengawasan ketat pada sektor UMKM, koperasi desa, hingga badan gizi. Pemeriksaan rutin di apotek, rumah sakit, dan puskesmas juga mendapat perhatian serius untuk memastikan obat-obatan yang beredar tetap aman.
BPOM juga akan memfasilitasi pelaku usaha lokal dalam pengurusan izin edar produk agar memiliki daya saing lebih tinggi, serta mendampingi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan produk yang dikonsumsi anak sekolah benar-benar aman.
Selain itu, BPOM juga akan terlibat aktif mendampingi unit usaha Koperasi Desa Merah Putih, termasuk pengawasan pada fasilitas cold storage di wilayah pesisir guna memastikan kualitas rantai distribusi pangan tetap terjaga.
(Dayat)















