Mamuju, DetikManado.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil langkah cepat untuk mengamankan ketersediaan energi di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Memasuki periode kepulangan jemaah haji dan musim libur sekolah, Pertamina melakukan penambahan pasokan (ekstra dropping) tabung LPG 3 Kg hingga 35 persen di atas rata-rata konsumsi harian normal.
Tambahan suplai tersebut akan digelontorkan secara intensif sepanjang minggu ini guna mengantisipasi lonjakan permintaan dari masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjamin bahwa ketahanan stok dalam kondisi aman. Pihaknya juga terus memantau pergerakan distribusi di lapangan agar tidak terjadi kelangkaan.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebanyak 35% dari rerata harian normalnya untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Langkah ini kami lakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum Iduladha, kepulangan jemaah haji, serta periode libur sekolah. Kami memastikan stok LPG dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).
Imbauan Beli di Pangkalan Resmi
Untuk menghindari harga di atas ketentuan, Pertamina mengimbau masyarakat agar selalu membeli LPG bersubsidi ini langsung di pangkalan resmi. Hal ini guna memastikan masyarakat mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Lilik juga mengingatkan kembali bahwa status LPG 3 Kg adalah barang subsidi yang peruntukannya diatur ketat hanya bagi masyarakat kurang mampu.
Gandeng Pemda dan Aparat untuk Pengawasan
Demi memastikan pasokan tambahan ini tidak salah sasaran atau ditimbun oleh oknum tidak bertanggung jawab, Pertamina Patra Niaga Sulawesi secara khusus meminta dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperketat pengawasan di lapangan.
“Kami mengajak Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg agar distribusinya tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerima subsidi dari pemerintah. Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat,” tambah Lilik.
Hingga saat ini, Pertamina terus melakukan pemantauan ketat serta berkoordinasi dengan jaringan agen dan pangkalan resmi untuk memastikan seluruh pasokan tambahan tersebut terdistribusi dengan lancar dan merata ke masyarakat yang membutuhkan. (yos)














