Gempa M 6,2 Guncang Mindanao, BMKG: Terasa di Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Oplus_16908288

Manado, DetikManado.com — Wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 6,2 pada Senin (15/6/2026) sore pukul 16.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa guncangan yang berpusat di laut dekat wilayah Indonesia ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 5,99° LU dan 126,83° BT. Lokasi tersebut tepatnya berada di laut pada jarak 143 kilometer arah Utara Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 93 kilometer.

Bacaan Lainnya

 

Dipicu Subduksi Lempeng Laut Filipina

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa jika ditinjau dari lokasi dan kedalamannya, gempa yang terjadi masuk dalam kategori gempa bumi menengah.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina,” ujar Wijayanto saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, Wijayanto memaparkan bahwa berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki karakteristik pergerakan yang khas.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault,” tambahnya.

 

Terasa Nyata di Kepulauan Sangihe dan Talaud

Meski berpusat di wilayah Filipina, guncangan gempa dilaporkan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah utara Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut.

Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu) di beberapa wilayah berikut, Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat guncangan tersebut.

 

Warga Diimbau Tetap Tenang

BMKG juga langsung melakukan pemodelan numerik untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan. Hasilnya, masyarakat dipastikan aman dari ancaman gelombang pasang.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tegas Wijayanto.

Selain itu, hingga pukul 16.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Pihak BMKG meminta warga, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara, untuk menyaring informasi yang beredar dan tidak mudah panik.

“Kepada masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pesisir, dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkas Wijayanto. (yos)


Pos terkait