Manado, DetikManado.com — Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen SpB KBD menerima kunjungan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia Zaki Firdaus Sahid ST MT pada Senin (22/6/2026), di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana dialog kebangsaan serta turut didampingi para staf DPRD Sulut dan pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Ketua DPRD Sulut. menegaskan bahwa para tokoh pendiri bangsa telah memberikan pondasi dan teladan mengenai arah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak didasarkan pada agama tertentu, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dr. Fransiscus Andi Silangen, Muslim Ahmadiyah sebagai bagian dari warga negara Indonesia dan organisasi yang sah secara hukum.
“Muslim Ahmadiyah memiliki hak untuk menjalankan berbagai kegiatan dan aktivitasnya selama tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, termasuk di Provinsi Sulut,” tuturnya.
Fransiscus Andi Silangen menyambut baik peluang kerja sama dengan Muslim Ahmadiyah dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan selama memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
Sementara itu, Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Sahid, menyampaikan bahwa Ahmadiyah bukan organisasi politik dan tidak memiliki tujuan politik. Bahkan secara organisasi, Jemaat Ahmadiyah tidak diperbolehkan terlibat dalam aktivitas politik praktis.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama Ahmadiyah adalah pada gerakan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, di antaranya melalui kegiatan tanggap bencana bersama Humanity First, program pendidikan melalui pendirian 100 rumah belajar di Indonesia, gerakan kebersihan “Clean The City”, serta gerakan 100 ribu penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya juga menegaskan komitmen Muslim Ahmadiyah terhadap nilai-nilai kebangsaan yang inklusif, damai, dan anti-kekerasan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zaki Firdaus menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara merupakan bagian dari upaya memperluas ruang-ruang perjumpaan, dialog, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membangun bangsa secara bersama-sama.
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Sulawesi Utara, Amir Nasional Muslim Ahmadiyah didampingi Ketua Jemaat Ahmadiyah Manado Ruslan, Mubaligh Daerah Sulawesi Utara Hafiz Mutu, serta para pengurus lainnya.
Pertemuan diakhiri dengan saling bertukar cendera mata antara kedua belah pihak serta penegasan komitmen bersama untuk segera merealisasikan berbagai program sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.
Selain melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur dan Ketua DPRD Sulut, juga bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aktivis HAM.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup sambutan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah dalam acara bedah buku 100 Tahun Muslim Ahmadiyah di Indonesia yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, di Manado bekerja sama dengan IAKN Manado.
Sebuah buku yang ditulis oleh 100 tokoh Indonesia non Ahmadiyah tentang kerja kerja sosial kemasyarakatan Muslim Ahmadiyah ikut membangun bangsa, termasuk di dalam buku tersebut ikut menulis para tokoh di Sulawesi Utara. (yos)















