Ondong, DetikManado.com – Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Kebangsaan di Masjid Al Jihad Ulu Siau, Kamis (18/6/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Semangat dari Sitaro untuk Indonesia”, ini berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Sitaro Fawzy Moro Lontoh, Rois Syuriah, Kiyai Haji Taufik, bersama para pengurus NU, tokoh agama, jamaah masjid Al jihad ulu Siau serta pengurus majelis taklim dan masyarakat setempat.
Ketua PCNU Kepulauan Sitaro Fawzy Moro Lontoh, mengatakan, Istighosah dan Doa Kebangsaan ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan umat muslim sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Doa bersama ini berlangsung dengan suasana yang khidmat, para jamaah memanjatkan doa memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya menjelang pergantian tahun dalam kalender Hijriah,” kata Fawzy.di sela-sela kegiatan.
Dia menegaskan, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian waktu. Akan tetapi, juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan bangsa.
“Melalui istighosah dan doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, dijauhkan dari berbagai musibah, serta diberi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Dari Sitaro, kita panjatkan doa terbaik untuk Indonesia,” ujarnya lagi.
Saat bersamaan, Imam Masjid Al Jihad Ulu Siau, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Bagi Imam Masjid, doa merupakan kekuatan spiritual yang dapat menjadi penopang bagi terwujudnya kehidupan bangsa yang lebih baik.
“Doa bersama ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran berbagai elemen masyarakat juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam membangun harmoni sosial,” tuturnya.(jack)















