Manado, DetikManado.com — Liburan sore di Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, berubah menjadi tragedi yang memilukan pada Rabu (8/7/2026) petang. Dua remaja yang merupakan kakak beradik, IM (18) dan CM (14), ditemukan tewas setelah terseret arus bawah laut yang deras saat kondisi udara sedang pasang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 Wita. Kejadian bermula saat kedua korban sedang berenang bersama rekan-rekannya. Seorang saksi mata berinisial RL mengaku sempat menyadari bahaya pasang air dan mengajak korban untuk kembali ke darat, namun dalam hitungan detik tubuh kedua korban langsung hilang tergulung ombak.
Merespons laporan warga, tim gabungan dari Polsek Tuminting, Polresta Manado, pemerintah setempat, serta para nelayan langsung melakukan penyisiran darurat di tengah kondisi laut yang mulai gelap.
Setelah satu jam pencarian, CM (14) ditemukan pada pukul 19.24 Wita, disusul sang kakak, IM (18), satu menit kemudian. Meski sempat dilarikan ke RS Pancaran Kasih, tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah kelelahan melawan arus.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, yang langsung turun ke rumah sakit untuk berdiskusi dan menguatkan keluarga korban, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi ini.
“Atas nama keluarga besar Polresta Manado, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Irham Halid.
Kombes Pol Irham Halid juga memberikan apresiasi tinggi kepada soliditas warga dan nelayan setempat yang bergerak cepat membantu kepolisian dalam proses pencarian.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh personel, nelayan, dan masyarakat yang telah bahu-membahu melakukan upaya pencarian hingga proses evakuasi dapat terlaksana dengan cepat, meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita bersama,” tambahnya.
Pihak keluarga sendiri telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musikbah murni dan menolak untuk dilakukan proses otopsi.
Menyikapi tragedi yang memilukan ini, Polresta Manado mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir pantai. Warga diminta untuk selalu menjaga kondisi cuaca, pasang surut air laut, dan dengan tegas melarang berenang saat hari mulai gelap atau ketika gelombang sedang ekstrem. (yos)















