Semarang, DetikManado.com – Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak melulu soal angkat cangkul dan mengaduk semen. Sisi humanis dan kehangatan personal justru memikat hati warga, seperti yang terlihat saat dua anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 melepas lelah dengan bercengkerama bersama dua ekor anak kambing milik warga di Dusun Gombyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Momen unik yang terjadi di sela-sela istirahat pengerjaan infrastruktur ini menjadi potret nyata betapa dekatnya TNI dengan rakyat. Tanpa canggung, para prajurit berpakaian loreng tersebut memberi makan dan mengajak main hewan ternak warga, menghadirkan tawa di tengah ket ketatnya target pembangunan fisik desa.
Interaksi spontan ini menegaskan bahwa kehadiran program kemanunggalan ini membawa dampak yang lebih dalam daripada sekadar pembenahan fasilitas umum. Dandim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM, menegaskan bahwa esensi utama dari kehadiran para prajurit di desa bukan hanya tentang penyelesaian proyek fisik, melainkan membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat setempat.
“TMMD itu bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, atau fasilitas fisik lainnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun hubungan hati antara TNI dan masyarakat. Momen-momen humanis seperti interaksi prajurit dengan warga maupun lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat itu hidup dan dirasakan langsung kehangatannya,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha SH MH, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan persuasif dan humanis yang ditunjukkan oleh jajaran TNI. Menurutnya, atmosfer kekeluargaan yang terbangun selama pelaksanaan program ini menjadi motor penggerak utama tingginya partisipasi dan semangat gotong royong warga desa.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi sinergi ini. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cukil membawa energi positif yang luar biasa. Kita bisa melihat sendiri bagaimana masyarakat begitu terbuka dan menyatu dengan TNI. Hubungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan inilah yang mempercepat pembangunan dan kemajuan di wilayah Kabupaten Semarang,” ungkap H. Ngesti Nugraha.
Seluruh rangkaian kegiatan humanis dan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang diinisiasi dan dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Program berskala sektoral ini resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026) lalu dalam sebuah upacara khidmat di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM bersama Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha SH MH, serta jajaran forkopimda setempat, yang menandai dimulainya kolaborasi besar demi kesejahteraan masyarakat pedesaan. (yos)















