Bitung, DetikManado.com – Pemerintah Kota Bitung mulai merealisasikan pembayaran Gaji ke-13 dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Selasa (2/6/2026).
Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung Wali Kota Bitung, Hengky Honandar.
Menariknya, Kota Bitung menjadi pemerintah kabupaten/kota pertama di Sulawesi Utara yang merealisasikan pembayaran Gaji ke-13 bagi ASN pada tahun 2026.
Hengky mengatakan percepatan pencairan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi hak-hak ASN secara tepat waktu.
Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu ASN memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, khususnya menjelang tahun ajaran baru.
“Pemerintah Kota Bitung berkomitmen untuk memenuhi hak ASN secara tepat waktu. Kami berharap pembayaran Gaji ke-13 dan TPP ke-13 ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama menjelang tahun ajaran baru, sekaligus menjadi penyemangat bagi ASN dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hengky.
Pembayaran Gaji ke-13 dan TPP ke-13 tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 tentang pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan.
Menurut Hengky, pencairan yang dilakukan lebih awal bukan hanya memberikan kepastian bagi ASN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.
Dengan masuknya Gaji ke-13 dan TPP ke-13 ke rekening ASN, perputaran uang di Kota Bitung diperkirakan akan meningkat. Kondisi itu dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perdagangan, jasa hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, Hengky mengingatkan seluruh ASN agar terus menjaga disiplin, meningkatkan integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap kebijakan ini tidak hanya menghadirkan manfaat bagi ASN dan keluarganya, tetapi juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya. (Jamal Gani)















