ChatGPT Bisa Menulis Skripsi dan Karya Ilmiah, Tantangan Dunia Akademik

Kemampuan ChatGPT menulis skripsi dan karya ilmiah lainnya telah mulai menjadi perdebatan di banyak kalangan.

Cotton adalah Direktur Praktik Akademik dan Profesor Pendidikan Tinggi di University of Plymouth Marjon.
“Tetapi jika dilihat secara positif, ini adalah kesempatan bagi kami untuk memikirkan kembali apa yang kami ingin siswa pelajari dan mengapa,” ujarnya.
“Saya akan ingin berpikir bahwa AI akan memungkinkan kami mengotomatiskan beberapa tugas administratif yang dilakukan akademisi, memungkinkan lebih banyak waktu dihabiskan untuk bekerja dengan siswa,” tambah dia.
Sementara itu, penulis koresponden Peter Cotton, Lektor Kepala di Ekologi di University of Plymouth, menambahkan, bahwa melarang ChatGPT, seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah New York, hanya bisa menjadi solusi jangka pendek.
“AI sudah dapat diakses secara luas oleh mahasiswa di luar institusi mereka, dan perusahaan seperti Microsoft dan Google dengan cepat memasukkannya ke dalam mesin telusur dan rangkaian Office,” katanya.
Reuben Shipway, dosen Biologi Kelautan di University of Plymouth, menambahkan, dengan teknologi revolusioner baru apa pun dan ini adalah teknologi revolusioner, akan ada pemenang dan pecundang.

“Yang kalah adalah mereka yang gagal beradaptasi dengan lanskap yang berubah dengan cepat. Para pemenang akan mengambil pendekatan pragmatis dan memanfaatkan teknologi ini untuk keuntungan mereka,” ujarnya. (Yoseph Ikanubun)


Pos terkait