Goreng Tahu Ditinggal ke Warung, 14 Rumah di Singkil Manado Rata dengan Tanah

​Manado, DetikManado.com – Kelalaian kecil berujung petaka besar di kawasan padat penduduk Kelurahan Singkil 1, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Sebanyak 14 rumah hangus terbakar pada Rabu (25/3/2026) siang, diduga kuat dipicu oleh kompor yang ditinggalkan saat memasak.
​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WITA ini sempat membuat warga panik luar biasa. Angin kencang di lokasi membuat api dengan cepat merambat, terutama pada bangunan-bangunan semi permanen yang kini rata dengan tanah.

​Kronologi: Diduga Berawal dari Dapur Tetangga
​Menurut kesaksian warga di lokasi, api muncul pertama kali dari salah satu rumah warga bernama Kajuri. Roslina Heping, seorang saksi mata, menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai melalap atap.
​”Dari Kajuri itu api, mula-mula dia sedang menggoreng tahu, kemudian ditinggal pergi ke warung. Pas dia balik, api sudah berada di atas atap rumah. Ada anak kecil yang juga berteriak kalau rumah sudah terbakar,” ungkap Roslina.
​Kecepatan api yang merambat membuat warga tak sempat menyelamatkan harta benda.
Junita, salah satu korban terdampak, menceritakan bagaimana ia harus berlari menyelamatkan nyawa anak-anaknya tanpa sempat membawa apa pun.
​”Torang liat ini api so besar, karena angin bertiup kencang. Saya hanya fokus selamatkan kedua anak saya (usia 3 dan 9 tahun), barang-barang sudah tidak saya pedulikan yang penting anak selamat,” tutur Junita sambil terisak.

​Kendala Pemadaman dan Kerugian
​Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado mengerahkan 4 unit armada untuk menjinakkan si jago merah. Namun, arah angin yang tidak menentu menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan.
​Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Damkar Manado, Raymond, mengonfirmasi bahwa api menyasar dua wilayah lingkungan sekaligus.
“Total ada 14 rumah di Lingkungan 6 dan 7. Untuk rumah yang semi permanen itu rata semua, karena kita juga berlawanan dengan arah angin. Itu sangat menyulitkan pemadaman, tapi saat ini api sudah berhasil diminimalisir,” jelas Raymond.

​Harapan Bantuan Pemerintah
​Meski tidak ada korban jiwa dari total 7 anggota keluarga di rumah Junita, ia mengaku kini hanya memiliki pakaian yang melekat di badan. Ia berharap ada uluran tangan dari pemerintah daerah.
​”Cuma mau minta tolong, kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Gubernur, bantu kasihan. Kami tidak meminta-minta musibah ini, tidak ada yang tersisa hanya baju di badan,” rintihnya.
​Pihak Pemerintah Kota Manado menaksir kerugian materiil akibat kebakaran hebat ini mencapai Rp1 miliar. Saat ini, para korban membutuhkan bantuan darurat berupa pakaian, makanan, dan tempat berlindung sementara. (Yos)


Pos terkait