Putri Asal Bitung Angkat Suara di Forum KBRI Nairobi, Bahas Diplomasi Pemuda

Refaya Fresy Cinta Betah, mahasiswi President University asal Kelurahan Kakenturan, Bitung saat dialog pemuda internasional, di Negara Kenya. Foto: Kominfo Bitung.

Bitung, DetikManado.com– Seorang putri asal Kota Bitung, Sulawesi Utara, turut menjadi sorotan dalam forum dialog pemuda internasional yang digelar oleh Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedutaan Besar Republik Indonesia Nairobi) di Kenya, Kamis 22 Mei 2026 lalu.

Forum bertajuk “Bridging Indonesia and Kenya Through Youth Leadership for Global Impact” itu digelar secara hybrid, mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Kenya dalam ruang diskusi lintas negara.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran dan President University secara daring, serta mahasiswa Daystar University yang hadir langsung di Nairobi.

Salah satu panelis muda yang mencuri perhatian adalah Refaya Fresy Cinta Betah, mahasiswi President University asal Kelurahan Kakenturan, Bitung.

Dalam pemaparannya, Refaya menyoroti pentingnya kesadaran kolektif pemuda dalam membangun aksi nyata lintas negara.

“Bagaimana nilai ini diterjemahkan menjadi aksi nyata, serta bagaimana jejaring lintas negara dibangun melalui ruang digital maupun interaksi langsung,” ujarnya dalam forum.

Selain Refaya, panel juga menghadirkan Alisha Nailah Kusnandar serta dua mahasiswa dari Kenya. Diskusi mengangkat tiga pilar utama yakni Awareness as Agency, Translating Values into Action, dan A Generation Without Borders.

Duta Besar RI untuk Kenya, Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pemuda dalam diplomasi internasional.

“Pemuda hari ini bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak perubahan. Dialog seperti ini memperkuat ruang saling memahami,” kata dia.

Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi Commitment Session bertajuk Canvas of Hope, di mana peserta merumuskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pemuda Indonesia–Kenya.

Refaya menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang penting pertukaran pengalaman lintas negara.

“Kita saling bertukar pengalaman mengenai kepemimpinan pemuda,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi jejaring dan kampanye media sosial bersama sebagai upaya memperluas dampak dialog ke ruang publik digital. (Jamal Gani)


Pos terkait