Ini Hasil Kongres Anak Indonesia ke-15 Tahun 2022

Kongres Anak Indonesia (KAI) ke-15, yang digelar Minggu (27/11/2022).(foto:dok panitia)

Jakarta,DetikManado.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat berkolaborasi dengan Kemenko PMK RI sukses menggelar Kongres Anak Indonesia (KAI) ke-15 yang bertema ‘Anak Sehat dan Berdaya, Indonesia Kuat’ ini, sukses digelar, Minggu (27/11/2022).

Kegiatan diselenggarakan secara Hybrid (Daring dan Luring) dengan jumlah peserta 248 Anak (Daring/Online) dan 26 Anak (Luring/Daring) dengan total 274 Anak dari 26 Provinsi.

Kongres ini menghasilkan 9 (sembilan) poin suara anak nasional yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Duta Anak Nasional 2022 dari Provinsi Banten, Alya Eka Khairunnisa mengatakan, 9 poin yang dihasilkan dalam kongres tersebut berasal dari para delegasi dari berbagai daerah yang membawa isu-isu terhangat dari daerahnya. Masalah-masalah yang ada disusun sehingga menjadi hasil akhir.

“Jadi setiap delegasi dari provinsi masing-masing itu membawakan isu-isu terhangat dari daerahnya yang berkaitan dengan klaster pertumbuhan anak-anak. Kemudian didiskusikan dan apa saja prioritas masalah yang ada disebagian besar wilayah Indonesia dan akhirnya disusun suaranya seagai hasil akhirnya,” singkat Alya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, menghadapi generasi emas tahun 2045, anak-anak sudah harus disiapkan pembangunan karakter dan garis tegas yaitu profil pelajar Pancasila.

“Menghadapi generasi emas tahun 2045, anak-anak sudah disiapkan pembangunan karakternya dan memiliki garis tegas, yaitu 6 (enam) profil pelajar Pancasila. Diantaranya adalah Akhlak Mulia, Kebhinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Kreativitas dan Kritis,” tutur Kak Seto.

Senada dengan itu,Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sulut Adv. E.K Tindangen SH CPM CPrM CPCLE, menyampaikan terima kasih kasih kepada peserta dari Sulut yaitu Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Kota Tomohon dan Sekolah MIS Kabupaten Minut yang ikut dalam kongres tersebut.

“Kiranya 9 Point Rekomendasi Keputusan Anak Indonesia yang akan dibawa kepada Presiden Jokowi dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat lewat Kementrian Koordinator PMK RI,” ujar Tindangen.

Dia menambahkan, pihak LPAI Sulut mendukung apapun keputusan anak yang di hasilkan dalam kongres termasuk memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan tumbuh kembang anak dalam menerima pendidikan saat menjadi korban kekerasan.

“Dan terpenting lagi menurut kami pemerintah harus melindungi anak-anak Indonesia dari kecanduan bahaya rokok karena itu pintu masuk menuju kepada Narkoba dan LPAI Sulut tetap hadir demi anak Indonesia,” tandas Tindangen.

Berikut Sembilan Poin suara anak Indonesia :

1. Memohon kepada pemerintah untuk serius memeratakan pemberian asupan gizi anak guna mencegah stunting.

2. Mengajak masyarakat untuk lebih pro aktif dalam kepedulian terhadap kasus kekerasan dan perundungan terhadap anak.

3. Memohon kepada pemerintah untuk meratakan akses pendidikan yang berkualitas, gratis, dan dievaluasi secara berkala terutama bagi anak yang kurang mampu, daerah 3T, korban perkawinan anak, ABH, dan penyandang disabilitas.

4. Memohon kepada pemerintah untuk memberikan akses sarana maupun prasarana teknologi secara merata dan tepat sasaran didaerah terpencil di seluruh Indonesia serta akses internet berkualitas dan ramah anak.

5. Memohon kepada pemerintah untuk melindungi anak dengan meregulasi dan melarang iklan, promosi, dan sponsor rokok di lingkungan terdekat anak serta menutup akses rokok untuk anak.

6. Memohon kepada pemerintah untuk menyediakan ruang partisipasi anak yang nyaman dan aman serta, berpatisipasi dalam setiap kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan anak, terutama musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenbang).

7. Meminta pemerintah untuk tegas meregulasi dalam melindungi anak dari praktik perkawinan usia anak.

8. Memohon kepada pemerintah untuk menjamin keamanan anak ketika menggunakan internet dengan memperkuat sistem filtrasi pornografi dan informasi yang tidak layak anak di internet.

9. Memohon kepada pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk mengoptimalkan ruang partisipasi anak dalam segala bidang seperti pendidikan, olahraga serta kesenian.(Mikhael Labaro)

Komentar Facebook