Semarang, DetikManado.com — Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kabupaten Semarang, hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, agenda ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Melalui filosofi saling asah, saling asih, dan saling asuh , personil Satgas TMMD bekerja bahu-membahu bersama warga dalam menyelesaikan berbagai target pembangunan desa. Suasana harmonis tampak dari tingginya antusiasme masyarakat yang melebur bersama prajurit di lapangan, menciptakan ikatan emosional yang kuat layaknya keluarga.
Komandan Kodim 0714/Salatiga selaku Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa indikator keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya proyek fisik semata, melainkan dari kokohnya hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui semangat saling asah, saling asih, dan saling asuh, kami berharap kebersamaan ini terus terjaga. Nilai-nilai kekeluargaan yang tumbuh selama TMMD menjadi fondasi yang kuat untuk membangun persatuan serta mempercepat pembangunan di Desa Cukil,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Kamis (6/8/2026).
Masyarakat Desa Cukil menyambut hangat kehadiran Satgas TMMD di wilayah mereka. Kehadiran para prajurit yang dinilai tidak hanya membawa perubahan nyata bagi fasilitas desa, tetapi juga memberikan rasa aman dan persaudaraan yang erat bagi warga setempat. Dampak sosial dan fisik dari TMMD ke-129 ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Semarang. (yos)














