Tim FKM Unsrat Latih Remaja Putri MAN Model 1 Manado Gunakan Aplikasi LADIES

Foto bersama LADIES Agent yang terpilih.

Manado, DetikManado.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan pencegahan anemia defisiensi besi bagi remaja putri di aula MAN Model 1 Manado, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 33 siswi dan menjadi bagian dari upaya optimalisasi Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui pemanfaatan aplikasi Android LADIES (Lawan Anemia Defisiensi Besi).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan realisasi dari Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM K2) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat.

Program ini diketuai oleh Andi Nurhana Magfirah SKM MKM bersama anggota Lilis Handayani SKM MKes dan Rachma Rahim SKM MKes serta melibatkan tiga mahasiswa pendamping.

“Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian, penyebab, tanda dan gejala, hingga cara pencegahan anemia melalui pola makan bergizi seimbang dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Andi Nurhana Magfirah SKM MKM.

Andi Nurhana Magfirah SKM MKM membawakan materi terkait pencegahan anemia pada remaja.

Dia mengatakan, peserta juga dilatih menggunakan aplikasi LADIES yang dilengkapi dengan fitur edukasi anemia, food diary, sumber nutrisi, hingga kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT).

Sebagai tindak lanjut, delapan siswi terpilih dilantik menjadi “LADIES Agent” yang akan bertugas mengingatkan teman-temannya untuk rutin mengisi food diary di aplikasi tersebut.

Pemantauan hasil pengisian food diary ini akan dilakukan selama 21 hari ke depan sebagai bagian dari evaluasi keberlanjutan program.

Ketua Tim Pengabdian, Andi Nurhana Magfirah SKM MKM menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memperkuat peran remaja putri melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan di sekolah.

“Sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan konsumsi harian dan perilaku remaja putri untuk melawan anemia,” tutur Andi Nurhana Magfirah.

  1. Khairunnisa, peserta kegiatan, menyampaikan kesan-pesannya.

Antusiasme turut dirasakan oleh para peserta. Salah satunya, Khairunnisa, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.

“Sosialisasi ini membuat torang menjadi lebih tahu ternyata menjaga kesehatan dan minum tablet tambah darah itu penting,” ujarnya.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yang menurut Riset Kesehatan Dasar mencapai sekitar 32 persen serta terbatasnya media edukasi kesehatan berbasis digital.

Melalui pemanfaatan aplikasi LADIES, tim pengabdian berharap literasi gizi dan kesadaran remaja putri dalam mencegah anemia dapat meningkat secara berkelanjutan. (yos)

 

 


Pos terkait