Singgung Pemerintah, Ini Upaya Milenial Sulut Mencegah Penularan Covid-19

  • Whatsapp
Pembagian masker, sarung tangan, dan hand sanitizer untuk petugas parkir di Manado Town Square.

Manado, DetikManado – Pemerintah pusat telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 32 hari terhitung sejak tanggal 28 Januari – 28 Februari 2020. Kemudian diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Namun di daerah, langkah-langkah konkrit seperti penyediaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer secara gratis belum dilakukan pemerintah daerah. Malah sebaliknya, harga barang-barang tersebut melambung tinggi.

Bacaan Lainnya

Petugas Kepolisian di Pos Polisi Bahu Manado juga mendapat masker, dan hand sanitizer.

Melihat kondisi ini, inisiatif diambil sekelompok anak muda yang tergabung dalam Milenial Sulut dengan membagi-bagikan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer secara gratis, Selasa malam (17/03/2020). Sejumlah titik yang menjadi sasaran pembagian adalah para pekerja yang berada di lini depan dalam pelayanan publik seperti petugas parkir di sejumlah pusat perbelanjaan.

Ketua Milenial Sulut Christian Yokung memimpin langsung aksi kemanusiaan ini dimulai dari kompleks Bahu Mall, Lapangan Futsal Champion Bahu, Pos Polisi Bahu, Manado Town Square. Kemudian kompleks Megamas Manado, dan berakhir di ITC Marina Manado. “Tujuan kami turun ke lapangan adalah merespon langsung keluhan masyarakat akan kelangkaan dan susahnya mendapatkan masker, sarung tangan serta hand sanitizer. Ini barang-barang yang kami bagikan gratis juga meripakan bantuan dari ibu Vonny Panambunan. Perlengkapan ini sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona,” ujar Yokung.

Pembagian masker di Lapangan Futsal Champion Bahu Manado.

Dia menambahkan, hal yang ditemukan di lapangan adalah hampir semua petugas di area parkir yang setiap harinya berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan orang ternyata tidak dilengkapi perlengkapan seperti masker dan lainnya. “Ini sangat ironis, mereka tidak memakai perlengkapan seperti masker. Padahal setiap saat berinteraksi dengan banyak orang,” tandasnya.

Aksi yang dilakukan itu, lanjut Yokung, sekaligus sebagai bentuk untuk memicu pemerintah daerah agar secepatnya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan perlengkapan seperti masker dan lainnya. “Hingga sekarang pemerintah belum punya kebijakan untuk bagaimana memenuhi kebutuhan warga terkait ketersediaan masker, dan lainnya. Sementara di pasaran harganya melambung, bahkan sulit didapatkan,” tegas Yokung. (joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *