BITUNG, DetikManado.com – Pemerintah Kota Bitung bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bitung sepakat memfokuskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada upaya peningkatan pendapatan daerah.
Kesepakatan itu mengemuka dalam rapat pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Banggar DPRD yang digelar di Kantor DPRD Bitung, Kamis (18/6/2026).
Ketua TAPD Kota Bitung yang juga Sekretaris Daerah, Rudy Theno Kamsi, mengatakan seluruh potensi pendapatan daerah akan dimaksimalkan, terutama yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui pajak maupun retribusi.
“Kami bersama Banggar sudah sepakat untuk fokus pada peningkatan pendapatan. Berbagai sumber akan dimaksimalkan oleh Bappenda. Tempat-tempat usaha baru wajib membayar pajak dan retribusi sesuai aturan yang berlaku,” kata Theno kepada wartawan usai rapat.
Ia menegaskan langkah tersebut bukan untuk membebani pelaku usaha, melainkan memastikan kewajiban perpajakan dan retribusi dijalankan sesuai ketentuan.
“Kami bukan memeras pengusaha. Tetapi setiap pelaku usaha memiliki kewajiban yang harus dipenuhi sesuai regulasi,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bitung itu menjelaskan, peningkatan pendapatan menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, semakin besar pendapatan yang diperoleh, semakin luas pula ruang pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Ini akan berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur, sektor kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan kepada masyarakat. Karena itu struktur APBD harus fokus pada pendapatan. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama Banggar,” tegasnya.
Rapat yang berlangsung secara tertutup tersebut turut dihadiri sejumlah anggota TAPD, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Michael Sondakh, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Frangky Sondakh, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Theo Rorong.
Sementara dari pihak DPRD hadir Ketua DPRD sekaligus Ketua Banggar Vivi Ganap, Wakil Ketua DPRD Ronald Gunawan Kansil, serta sejumlah anggota Banggar lainnya.
Di sisi lain, Ronald Gunawan Kansil menegaskan pembahasan APBD harus dilakukan secara cermat dan tidak terburu-buru karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Rapat akan dilanjutkan besok karena hari ini diskors. Pembahasan anggaran tidak boleh asal-asalan. Harus komprehensif dan teliti karena menyangkut kepentingan masyarakat Kota Bitung,” kata Ronald.
Pembahasan lanjutan antara TAPD dan Banggar dijadwalkan kembali berlangsung pada Jumat (19/6) dengan fokus pendalaman struktur pendapatan dan belanja daerah.
(Jamal Gani)















