Wahyuddin Ukoli Resmi Nahkodai Kemenhaj Sulut

JAKARTA, DetikManado.com — Suasana hangat dan penuh keharuan mewarnai pelantikan para Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dari seluruh Indonesia yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Kantor Kemenhaj RI, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025). Di antara para pejabat yang dilantik, nama Wahyuddin Ukoli mencuri perhatian. Sosok yang telah lebih dari dua dekade mengabdi di Kementerian Agama itu kini resmi mengemban amanah baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Utara.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam prosesi yang sarat makna spiritual. Di hadapan para pejabat pusat dan daerah, Wahyuddin tampak tenang, namun sorot matanya menyiratkan tekad untuk mengawal tugas baru ini dengan kesungguhan yang penuh.

*Amanah Baru, Tekad yang Sama: Mengabdi*

Usai pelantikan, Wahyuddin menyampaikan bahwa amanah yang kini dipundaknya bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan pengabdian. Ia menegaskan bahwa tugas utamanya adalah memastikan penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Utara berjalan semakin baik, tertib, dan sesuai dengan instruksi Menteri serta Wamenhaj RI—khususnya dalam hal penguatan integritas pejabat dan layanan publik.

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati. Integritas adalah kunci,” ujarnya dengan nada lembut namun tegas.

*Seleksi Petugas Haji: Dibuka untuk Semua, Tanpa Intervensi*

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Wahyuddin langsung mengambil keputusan penting: membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi petugas haji.

Dirinya berkomitmen proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Pendaftarannya masih dibuka sampai malam ini. Yang penting, daftar dulu,” ungkapnya sembari tersenyum, memberikan dorongan kepada para calon pendaftar untuk tidak ragu memanfaatkan kesempatan tersebut.

*Koordinasi dengan Kemenag Sulut Tetap Berjalan*

Meski kini berada di bawah struktur Kemenhaj, Wahyuddin menegaskan bahwa koordinasi dengan Kanwil Kemenag Sulut akan tetap berjalan, terutama menghadapi penyelenggaraan haji tahun 2026. Baginya, kesinambungan pelayanan dan kualitas ibadah jamaah adalah prioritas yang tidak boleh terganggu oleh perubahan struktur kelembagaan.

*Rasa Hormat untuk “Rumah Lama”*

Dalam momen yang penuh kehangatan itu, Wahyuddin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulut. Sosok ini disebutnya sebagai pembimbing sekaligus figur yang menorehkan banyak pelajaran penting dalam perjalanan pengabdiannya.

“Setelah lebih dari 20 tahun mengabdi di Kemenag, lembaga itu tetap memiliki tempat tersendiri di hati saya,” ucap mantan Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulut tersebut dengan nada yang sarat emosi.

Ada kerinduan, ada kenangan, dan ada ikatan yang tidak begitu saja hilang meski struktur organisasi kini berbeda.

*Harapan untuk Tetap Menyatu dalam Harmoni Pengabdian*

Di akhir keterangannya, Wahyuddin menyampaikan sebuah harapan sederhana namun penuh makna: agar ia dan para pegawai Kemenhaj yang berasal dari Kemenag masih dapat terlibat dalam pelaksanaan Hari Amal Bakti Kemenag untuk terakhir kalinya.

Baginya, HAB Kemenag bukan sekadar agenda seremonial—melainkan ruang kebersamaan, simbol pengabdian, dan jembatan emosional yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Dengan amanah baru yang kini diembannya, Wahyuddin Ukoli memulai babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Namun satu hal tetap sama: tekadnya untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dan menjaga nilai integritas sebagai fondasi utama kerja-kerja kemanusiaan.

Dan dari pelantikan yang penuh kehangatan itu, publik bisa merasakan: tugas boleh berubah, tetapi panggilan pengabdian tetap abadi. (yos)


Pos terkait