Wakili Paus Leo XIV di COP30 Brasil, Kardinal Parolin: Butuh Kemauan Politik Besar untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Kardinal Pietro Parolin dalam pidatonya di pertemuan COP30, Brasil.

Brasil, DetikManado.com – Event 30th Conference of the Parties (COP30) atau Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 digelar di Brasil pada, 10 -21 Nopember 2025. Paus Leo XIV mengirim utusannya di ajang tersebut.

Di Belém, Brasil, pada pertemuan para pemimpin dunia sebelum Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan diselenggarakan pada 10-21 November, Kardinal Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Parolin berbicara tentang Perjanjian Paris, yang menandai ulang tahunnya yang kesepuluh.

Bacaan Lainnya

Pidato Kardinal Parolin yang disampaikan pada Jumat sore di Belém dalam KTT iklim yang dihadiri oleh 70 pemimpin dunia menjelang COP30 — yang akan dibuka Senin di Brasil — diawali dengan premis yang kuat, sebuah peringatan bagi seluruh dunia.

“Sepuluh tahun yang lalu, komunitas internasional mengadopsi Perjanjian Paris. Tantangan yang diidentifikasi di dalamnya lebih relevan saat ini dibandingkan sepuluh tahun yang lalu, namun pencapaian tujuannya tampaknya masih jauh. Kita tidak boleh membiarkan satu dekade lagi kehilangan kesempatan. Kita harus bertanya pada diri sendiri apa yang hilang,” tuturnya.

 

Sebuah kesepakatan penting

Dalam sambutannya di meja bundar bertajuk “10 Tahun Perjanjian Paris: Kontribusi dan Pendanaan yang Ditetapkan Secara Nasional”, dia menyoroti pentingnya perjanjian tersebut yang tidak hanya memiliki signifikansi lingkungan, ekonomi, dan politik, tetapi juga relevansi sosial dan etika. Menurutnya, perjanjian itu terutama memengaruhi kehidupan masyarakat termiskin dan paling rentan.

Oleh karena itu, perlu untuk mendekatinya dengan perspektif integral yang memastikan implementasinya yang tepat. Hubungan antara etika dan pendidikan sangat mendalam, pendidikan adalah salah satu alat utama yang membentuk rasa etika, dan etika, pada gilirannya, memandu tujuan dan metode pendidikan.

“Dalam konteks ini, komponen pendidikan dalam implementasi Perjanjian Paris sangatlah penting,” ujarnya.

 

Strategi positif

Kardinal Parolin mengenang bagaimana Paus Fransiskus — dalam KTT Ambisi Iklim Virtual Tingkat Tinggi 2020 pada 12 Desember 2020 — mengumumkan komitmen Takhta Suci untuk mengadopsi strategi emisi nol bersih pada tahun 2050.

Paus, kata Kardinal Parolin, menekankan pentingnya mencapai tujuan ini, dengan bergerak dalam dua arah. Di satu sisi, Negara Kota Vatikan berkomitmen untuk mengintensifkan upaya pengelolaan lingkungannya, yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Isu-isu ini disajikan secara rinci dalam BTR (Laporan Transparansi Dua Tahunan) pertama serta dalam Komunikasi Nasional terbaru yang disampaikan oleh Takhta Suci, atas nama dan atas nama Negara Kota Vatikan.

“Di sisi lain, Takhta Suci berkomitmen untuk memajukan pendidikan dalam ekologi integral,” ujarnya.

Langkah-langkah politik dan teknis harus dipadukan dengan proses pendidikan yang memupuk model budaya pembangunan dan keberlanjutan berdasarkan persaudaraan dan pengelolaan ciptaan.”

 

Model budaya baru

Model budaya yang dirujuk oleh Kardinal Parolin harus mampu mengatasi budaya membuang dan menggantinya dengan budaya peduli. Namun, model baru ini juga harus mempertimbangkan keadilan lingkungan, yang dia catat—mengutip Paus Leo XIII, merupakan kebutuhan mendesak yang mencakup lebih dari sekadar melindungi lingkungan.

“Karena ini adalah masalah keadilan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menutup pidatonya di KTT iklim—yang mendahului Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang akan diselenggarakan di Belém dari 10 – 21 November—Kardinal Parolin menyampaikan seruan tegas untuk bertindak. “Kita perlu meningkatkan kemauan politik kita untuk menempuh jalan ini secara sadar. Takhta Suci siap mendukung proses ini, menyadari bahwa di bawah Bapa kita bersama, kita adalah satu keluarga manusia: tidak ada batas atau penghalang, politik maupun sosial, yang dapat kita sembunyikan,” tutur Kardinal Parolin. (yos)

 


Pos terkait