Manado,DetikManado.com- Sebanyak 53 pegawai dan guru Yayasan Pendidikan Kristen Manado (YPKM) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengeluhkan gaji mereka yang belum terbayarkan oleh pihak yayasan selama 9 bulan.
Hal ini tentunya sangat ironi mengingat kondisi pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia sehingga kesejahteraan para pegawai dan guru juga harus menjadi prioritas.
“Saya mewakili teman-teman pegawai YPKM merasa keberatan dengan pembayaran yang selama ini kami terima lewat pembina yayasan GMIM yaitu tentang pembayaran gaji kami tahun 2021 ini belum dibayarkan dari bulan Januari hingga September,” beber Kepala Tata Usaha YPKM GMIM Stevdy Hericson Rondo,Selasa (28/09/2021).
Selain itu,pihaknya juga menuntut kepada pembina yayasan pendidikan GMIM Manado untuk menaikan gaji mereka sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan dibayarkan per bulan.
“Selama pandemi ini saya juga bekerja sampingan sebagai sopir untuk bertahan hidup memenuhi kebutuhan keluarga. Itu pun kalau ada tawaran bahkan ada teman kami yang harus berjualan makanan,” ucapnya.
Dirinya mengaku sudah pernah menyurat ke yayasan tanggal 6 September 2021 namun sampai hari ini belum ada respon dan realisasi sama sekali.
“Gaji kami sebagai pegawai itu hanya Rp 1,2 juta hingga 1,9 dan tidak pernah naik sejak dari tahun 1985 saya bekerja disini,” ungkapnya.
Senada dengan itu,pegawai Tata Usaha SMA YPKM Nortje Runtuwene juga mengeluhkan hal ini bahkan mereka sama sekali tidak menerima BPJS.
“Harapan saya sangat besar untuk segera dicairkan. Kami sudah tidak tahu harus makan apa sekarang dan kalau bisa gaji kami dibayarkan setiap bulan,”kuncinya.(ml)















