Vatikan, DetikManado.com – Paus Fransiskus mengirimkan pesan kepada Association des Parents d’Élèves de l’Enseignement Libre atau Asosiasi Orang Tua untuk Pendidikan Gratis.
Dilansir dari vaticannews.va, alam pesannya itu, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang tua adalah pendidik utama anak-anak sambil mengingatkan mereka bahwa tugas ini memerlukan bantuan seluruh pihak.
“Orang tua memang merupakan protagonis dan arsitek utama pendidikan anak-anak mereka,” kata Paus Fransiskus kepada anggota Association des Parents d’Élèves de l’Enseignement Libre Perancis, sambil mengingatkan mereka akan perlunya bekerja sama dengan seluruh masyarakat.
“Aliansi yang kuat antara sekolah dan keluarga memungkinkan pengetahuan diwariskan bersamaan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual,” tulisnya dalam sebuah pesan pada kesempatan Kongres Nasional ke-23 kelompok tersebut.
Paus Fransiskus menjelaskan bahwa tujuan aliansi ini adalah untuk membantu kaum muda menemukan rencana Tuhan bagi mereka masing-masing.
Hubungan antara orang tua dan pendidik memberi kehidupan pada sebuah komunitas yang, dengan beragam peran namun memiliki tujuan yang sama, mengambil karakteristik komunitas Kristiani dan umat manusia yang diperkuat oleh kasih.
Ia menekankan karakteristik aliansi, perjumpaan, dan kolaborasi, sambil menegaskan bahwa peran orang tua sangatlah penting – sebuah tema yang ia uraikan sebagai salah satu pilar Pakta Pendidikan Global yang dipromosikan oleh Vatikan.
Dalam hal ini, Paus Fransiskus menekankan pentingnya keyakinan agama terhadap makna suci kehidupan manusia sebagai kontribusi terhadap pengakuan nilai-nilai fundamental kemanusiaan bersama.
Terakhir, Bapa Suci menyoroti pentingnya waktu, dan menyadari bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas.
Dia memperingatkan tentang tantangan kecerdasan buatan, yang tidak hanya memengaruhi cara belajar, tetapi juga cara berpikir sendiri.
Paus meyakinkan para orang tua, gereja ada bersama dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Mengingatkan mereka bahwa kearifan diperlukan, dalam percakapan dengan gereja dan dengan seluruh komunitas pendidikan.
Paus Fransiskus mengakhiri pesannya dengan harapan agar Kongres yang mengusung tema “Pendidikan untuk Kehidupan” ini dapat menjadikan komunitas sekolah sebagai sekolah kehidupan yang sesungguhnya.
Memungkinkan anak-anak berada di dunia yang sulit, tetapi diterangi oleh harapan, sebuah harapan yang didasarkan pada janji Kristus yang tidak mengecewakan. (yos)















