Operasi SAR Hari Ketiga Terbakarnya KM Barcelona V, Dua Penumpang Belum Ditemukan

Hari ketiga, Selama (22/7/2025), tim gabungan mencari korban terbakarnya KM Barcelona V di Perairan Talisei, Kabupaten Minahasa Utara.

Minahasa Utara, DetikManado.com – Operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan Tim Gabungan terhadap korban kecelakaan kapal KM Barcelona V di Perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut, memasuki hari ketiga.

“Hingga saat ini, data sementara mencatat 580 orang penumpang, dengan rincian 575 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 2 orang masih dalam pencarian,” ungkap Humas Basarnas Manado Nuriadin Gumeleng.

Bacaan Lainnya

Dia memaparkan, pada Selasa (22/7/2025) pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pagi di Posko Operasi SAR guna menyusun strategi dan teknis pencarian yang lebih efektif. Selanjutnya, pada pukul 07.10 Wita, tim melanjutkan operasi pencarian dalam radius 5 Nautical Mile (NM) dari titik lokasi terakhir kapal terbakar (LKP) dengan mengacu pada SAR Map Prediction yang telah ditentukan.

“Selain itu, satu tim rubber boat turut diterjunkan untuk menyisir pesisir dan perairan sekitar kepulauan Siladen dan Gangga, mengingat kemungkinan korban hanyut atau terdampar di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.

Unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi unsur potensi serta alat utama SAR yang digunakan dalam operasi ini yakni Kantor Basarnas Kelas A Manado, Pangkalan Bakamla Likupang, Satrol Lantamal VIII Manado, Sat Polair Polda Sulut, Kodim 1309 Manado, serta sejumlah unsur lainnya.

Sedangkan alat utama SAR yang digunakan terdiri dari KN SAR Bimasena 1 unit, perahu karet 2 unit, RIB 02 Likupang, Rescue Car 3 unit, Rescue Truk 1 unit, RIB Satrol Lantamal VIII Manado, RIB Pangkalan Bakamla, KP Balam 4017 Sat Polair dan sejumlah peralatan lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado George Randang menyampaikan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan musibah ini.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan semua sumber daya yang tersedia. Harapan kami, dua korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujarnya. (yos)

 


Pos terkait