BITUNG, DetikManado.com — Pembahasan perdana Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bitung tahun 2025 di DPRD berlangsung tegang.
Panitia Khusus (Pansus) secara terbuka “menyemprot” Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir karena dinilai tidak siap, hingga rapat terpaksa diskors.
Rapat tersebut menghadirkan, Kepala Bappeda, Sipri Mandak, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Theo Rorong, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Frangky Sondakh, Plt Kepala Inspektorat, Albert Sarese, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Budi Kristianto.
Namun, di tengah sorotan terhadap OPD tersebut, hanya Kepala Bagian Hukum Setda Kota Bitung, Budi Kristiarso, SH justru dinilai mampu menjabarkan substansi LKPJ dengan baik dalam forum.
Sementara OPD lainnya, dinilai belum mampu memberikan penjelasan memadai terkait materi LKPJ.
Ketua Pansus, Rafika Papente, menyebut kondisi ini tidak bisa ditoleransi mengingat LKPJ telah lebih dulu diparipurnakan.
“Faktanya tidak siap. Rapat kita skors dan akan dijadwalkan kembali,” tegasnya, Senin 13 April 2026.
Ia bahkan mempertanyakan kesiapan OPD yang dinilai tidak menguasai substansi, meski tanpa bergantung pada dokumen.
“Harusnya tanpa dokumen pun bisa menjelaskan. Tapi ini tidak siap,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kuatnya ego sektoral serta lemahnya koordinasi antar OPD, yang berdampak langsung pada kualitas pembahasan LKPJ.
Di sisi lain, anggota Pansus Chery Mamesa mengingatkan agar LKPJ tidak dipandang sebagai formalitas tahunan.
“Jangan anggap ini hanya seremonial. Siapkan dokumen dengan serius,” ujarnya.
Ia juga mengungkap bahwa rekomendasi LKPJ sebelumnya belum ditindaklanjuti secara maksimal.
“Ini memperkuat kesan lemahnya komitmen OPD dalam proses evaluasi kinerja,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Ramlan Ifran turut menegaskan bahwa OPD seharusnya mam/pu menjelaskan substansi, bukan sekadar membaca isi dokumen.
“Harusnya bisa menjabarkan, bukan hanya membaca,” katanya.
Diakhir, Ketua Pansus Rafika Papente dengan tegas menyampaikan, pembahasan LKPJ bukan agenda politik, melainkan upaya serius membenahi arah pembangunan Kota Bitung ke depan, terlebih di tengah keterbatasan anggaran.
“Rapat akan dijadwalkan ulang, dengan harapan seluruh OPD pada pertemuan berikutnya harus sudah siap,” pungkasnya
Adapun anggota Pansus yang hadir, Alexander Vouke Wenas, Henkie Tumangkeng, Cherry Irene Mamesah, Yani Ponengoh, Paulus Denny Liemitang, dan Syam Panai, Yani Ponengo
(Jamal Gani)















