Manado, DetikManado.com– Duka mendalam menyelimuti dunia olahraga Sulawesi Utara di tengah bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026). Seorang lansia bernama Deice Lahia (70) dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut.
Korban diketahui merupakan kakak kandung dari petinju legendaris Indonesia, Ilham Lahia, sosok yang pernah mengharumkan nama bangsa hingga babak 16 besar Olimpiade Seoul 1988.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa korban dievakuasi dari area halaman bangunan KONI dalam kondisi meninggal dunia. Faktor usia diduga membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri saat guncangan hebat terjadi.
”Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado,” ujar Nuriadin, Kamis (2/4/2026).
Detik-detik Kejadian
Saksi mata yang berada di lokasi, Stevi Pude, menceritakan kepanikan saat gempa melanda. Menurutnya, warga sempat berteriak memperingatkan korban yang saat itu sedang berada di depan halaman rumah yang berdekatan dengan gedung KONI.
”Saat terjadi gempa, kami semua berhamburan keluar. Kami sudah memanggil Oma Dei, tapi dia masih tetap duduk di halaman. Mungkin karena usianya, beliau tidak bisa bergerak cepat,” ungkap Stevi yang merupakan tetangga korban.
Konfirmasi Sosok Korban
Kabar mengenai identitas korban sebagai kakak dari sang petinju nasional dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonix Saweho. Bonix, yang juga merupakan junior Ilham di dunia tinju dan pernah berlaga di Olimpiade Athena 2004, menyampaikan rasa duka yang mendalam.
”Iya benar kawan, korban adalah kakak dari Ilham Lahia,” kata Bonix singkat saat dikonfirmasi media.
Sosok Ilham Lahia sendiri merupakan sejarah besar bagi tinju Indonesia. Di Olimpiade Seoul, ia mencatatkan kemenangan ikonik saat memukul KO petinju Mesir, Mohamed Hegazi, sebelum akhirnya terhenti di tangan petinju tuan rumah.
Kini, bangunan KONI Sulut yang menjadi saksi bisu pembinaan atlet di daerah tersebut justru menjadi lokasi tragis berpulangnya anggota keluarga dari salah satu putra terbaik tinju Sulawesi Utara.
Diketahui, Ilham Lahia adalah bagian dari skuat tinju Indonesia yang berangkat ke Korea Selatan. Perjalanannya di Seoul cukup impresif. Di babak pertama menang atas petinju asal Senegal, Abdou Bakhr Diop, dengan kemenangan angka mutlak 5-0. Babak Kedua menang KO atas petinju Mesir, Mohamed Hegazi, pada ronde pertama. Ini adalah salah satu kemenangan paling ikonik bagi petinju Indonesia di ajang Olimpiade.
Di Babak Ketiga atau 16 Besar langkah Ilham terhenti setelah kalah angka dari petinju tuan rumah Korea Selata , Lee Jae-Hyuk.(yos)















