Tomohon, DetikManado.com — Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang dinamis. Berdasarkan pengamatan terbaru, kawah aktif gunung tersebut terus menyemburkan asap putih, dibarengi dengan munculnya rentetan gempa vulkanik di bawah dan hembusan dari perut bumi.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lokon masih bertahan di Level II (Waspada) . Pihak berwenang memperingatkan warga dan wisatawan untuk memperketat radius aman demi menghindari ancaman bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan laporan periodik pada Kamis (28/5/2026) dari pukul 00.00 hingga 24.00 Wita, secara visual puncak Gunung Lokon sempat tertutup kabut. Namun saat cuaca cerah, asap kawah utama teramati membubung tinggi.
“Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Ketinggian asap berkisar antara 5 hingga 45 meter di atas puncak kawah Tompaluan,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Lokon, Rendra Nugraha, dalam laporan resminya, Jumat (29/5/2026).
Aktivitas Kegempaan Didominasi Vulkanik Dangkal
Dari sisi kegempaan, instrumen seismograf merekam adanya pergerakan magma yang mendekati permukaan. Tercatat telah terjadi 4 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3–7 mm berdurasi 5–8 detik, serta 1 kali gempa hembusan dengan durasi 14 detik. Selain itu, terekam pula 7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo bervariasi hingga 38 mm.
Faktor cuaca juga menjadi perhatian terpisah. Wilayah Tomohon sempat diguyur hujan dengan volume curah hujan tercatat 6 mm per hari, dengan suhu udara berkisar antara 19–28 °C.
Rekomendasi Keamanan bagi Warga dan Wisatawan
Merespons perkembangan kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat yang harus dipatuhi oleh masyarakat setempat maupun pendaki yakni Sterilisasi Radius 1,5 Km:. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekati atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, yang merupakan pusat aktivitas utama.
“Antisipasi Hujan Abu. Jika terjadi letusan dan hujan abu, warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker pelindung hidung dan mulut serta kacamata,” ujarnya.
Selain itu juga waspada terhadap ancaman lahar dingin. Mengingat curah hujan yang mulai turun, warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lokon diminta waspada terhadap ancaman potensi banjir lahar dingin. (yos)















