Tomohon, DetikManado.com — Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dilaporkan masih fluktuatif namun relatif stabil pada Level II (Waspada). Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, gunung api setinggi 1.580 mdpl tersebut masih terus merekam rentetan gempa vulkanik serta mengeluarkan asap kawah tipis dari puncaknya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lokon, Abdul Aziz Rasyid, menjelaskan bahwa dalam periode pengamatan sepanjang Sabtu (30/5/2026) dari pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, secara visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis. Ketinggian asap berkisar antara 5 hingga 45 meter di atas puncak kawah Tompaluan.
Dari sisi kegempaan, terekam adanya aktivitas magma yang dinamis di dalam tubuh gunung. Petugas mencatat terjadi 11 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4–16 mm, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 3 kali gempa Hembusan, serta 7 kali gempa Tektonik Jauh.
“Meskipun kondisi visual cenderung tenang dengan asap putih tipis, aktivitas bawah permukaan Gunung Lokon masih menunjukkan adanya pasokan magma melalui rekaman gempa vulkanik dangkal dan dalam. Oleh karena itu, status Gunung Lokon masih kami pertahankan di Level II atau Waspada,” ujar Abdul Aziz Rasyid saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Mengingat aktivitas yang belum sepenuhnya reda, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan masyarakat setempat dan para pelancong.
Masyarakat serta wisatawan dilarang keras mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, yang menjadi pusat aktivitas vulkanik saat ini.
Selain itu, mengingat cuaca di sekitar Gunung Lokon sempat diguyur hujan dengan volume curah hujan 2 mm per hari, warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman lahar dingin, terutama saat curah hujan meningkat,” tambah Abdul Aziz.
Pihak berwenang juga meminta warga menyiapkan masker pelindung mulut dan hidung, serta kacamata. Langkah antisipasi ini dinilai penting guna menghadapi potensi letusan mendadak dan hujan abu kiranya arah angin membawa material vulkanik ke pemukiman. (yos)














