Lobi Gubernur Sulut Berbuah Manis, Kementan Lonjakan Kuota Lahan Jagung Jadi 50 Ribu Hektar

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus saat kunjungan di Kota Manado pada, Jumat (1/5/2026).

Manado, DetikManado.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI secara signifikan meningkatkan alokasi program bantuan pertanian untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Salah satu peningkatan paling signifikan terjadi pada alokasi lahan program tanaman jagung yang melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari rencana awal 15.000 hektar menjadi 50.000 hektar.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, mengungkapkan bahwa peningkatan kuota ini merupakan hasil dari koordinasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk mendongkrak produktivitas pangan di Bumi Nyiur Melambai.

“Kami mengapresiasi kepercayaan penuh dari Kementerian Pertanian. Lonjakan alokasi lahan dan bantuan infrastruktur ini harus dijawab dengan kerja nyata di lapangan agar Sulawesi Utara bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang disegani,” ujar Yulius di Manado, Rabu (3/6/2026).

Hingga saat ini, proses realisasi kontrak di Kementan RI dan penyaluran benih ke tingkat petani di sejumlah kabupaten/kota di Sulut telah berjalan.

Sementara untuk kabupaten dan kota lainnya di Sulut, saat ini dilaporkan masih berada dalam tahap pengusulan, seleksi, serta verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) ke Kementan RI.

 

Kucuran Alsintan Modern dan Infrastruktur Udara

Selain benih jagung, Kementan juga menyampaikan usulan Pemerintah Provinsi Sulut dengan mengalokasikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern berupa Traktor Besar Roda Crawler . Bantuan ini disebar ke sejumlah wilayah, meliputi Bolmong (5 unit), Minahasa (5 unit), Minsel (3 unit), Mitra (3 unit), Bolsel (3 unit), dan Kotamobagu (3 unit).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Nova Wilhelmina Pangemanan, SPt, MSi, menjelaskan bahwa pengiriman traktor modern dari pusat saat ini hanya tinggal menunggu kelengkapan administrasi kelompok tani dari daerah.

“Logistik alsintan segera dikirim begitu nama-nama kelompok tani usulan dari penyuluh dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota rampung, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026,” jelas Nova.

Nova juga menambahkan, Sulut mendapatkan alokasi Bangunan Konservasi Air di 40 titik yang mencakup pembangunan DAM Parit, long storage , dan embung. Program tersebut diperkuat dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (PITER) serta program Optimalisasi Lahan Sawah seluas 3.000 hektar pada lahan eks-cetak sawah.

Oleh karena itu, pihak Provinsi meminta Dinas Pertanian di tingkat Kabupaten dan Kota untuk bergerak cepat mengirimkan usulan kelompok petani penerima manfaat.

“Keberhasilan peningkatan alokasi bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani di seluruh pelosok Sulawesi Utara,” pungkas Nova. (yos)

 

Beberapa wilayah yang telah menerima dan dalam proses penyaluran bantuan:

 

  • Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong): 73 ton benih jagung untuk lahan 4.900 hektar (telah disalurkan).
  • Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel): 30 ton benih untuk 2.000 hektar (telah disalurkan), dan 4.000 hektar dalam proses kontrak.
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel): 37,5 ton benih untuk lahan 2.500 hektar (telah disalurkan).
  • Kota Tomohon: 10,5 ton benih untuk lahan 700 hektar (telah disalurkan).
  • Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra): 60 ton benih untuk lahan 4.000 hektar (sedang proses penyaluran).
  • Kabupaten Minahasa Utara (Menit): 53 ton benih untuk 3.500 hektar (dijadwalkan tiba minggu ketiga Juni 2026).

Pos terkait