Kunjungi SRMP 21 Manado, Mensos RI: Sekolah Rakyat, Upaya Memutus Rantai Kemiskinan

Mensos RI saat memaparkan terkait Sekolah Rakyat yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto di SRMP 21 Manado, Kamis (11/6/2026).

Manado, DetikManado.com — Kementerian Sosial Republik Indonesia terus bergerak cepat dalam mengeksekusi program unggulan Presiden RI untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di tanah air melalui jalur pendidikan. Langkah strategis ini diwujudkan dengan menghadirkan instansi Sekolah Rakyat yang dirancang khusus guna memutus mata rantai kemiskinan secara struktural dan menyeluruh bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu di Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pendirian Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran nyata negara untuk mengangkat derajat ekonomi masyarakat kelas bawah. Menurutnya, program ini dilandasi oleh komitmen kuat Presiden agar anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas demi menjamin masa depan mereka yang jauh lebih baik dan mandiri di masa depan.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk keluarga yang paling tidak mampu. Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Kita harus jujur kepada diri sendiri,” ujarnya saat menghadiri kegiatan open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2026).

Dia mengatakan, Presiden Prabowo jujur terhadap kenyataan yang ada, tidak ditutup-tutupi. Bahwa, di Indonesia masih ada anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah.

Mensos menjelaskan, target utama dari intervensi pendidikan ini adalah menyasar keluarga-keluarga yang berada dalam posisi desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Melalui Sekolah Rakyat yang sudah diinisiasi sejak Juli 2025 di 166 titik, pemerintah tidak sekadar memberikan akses pendidikan gratis, melainkan menerapkan sistem integrasi bantuan komprehensif bagi keluarga para siswa.

“Bentuk dukungan konkret yang diberikan pemerintah mencakup paket perlindungan sosial berlapis. Selain anak mendapatkan pendidikan cuma-cuma, orang tua siswa akan mendapatkan program pemberdayaan ekonomi,” papar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos.

Dia mengatakan, rumah tinggal siswa Sekolah Rakyat juga akan direnovasi agar menjadi hunian layak, disertai pemberian bantuan sosial secara lengkap, otomatisasi pendaftaran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. Selain itu dorongan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih untuk memasarkan produk-produk lokal mereka jika tersedia.

“Intervensi menyeluruh ini sengaja diberlakukan agar penanganan kemiskinan tidak berjalan parsial,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan akhir yang dibidik pemerintah adalah terjadinya mobilitas vertikal yang signifikan pada status sosial ekonomi keluarga siswa setelah masa pendidikan selesai ditempuh agar mereka bisa berdikari. Tujuan akhir dari program itu adalah saat anak tersebut lulus, ekonomi keluarga diharapkan bisa naik kelas, menjadi lebih mandiri, dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

“Kita ingin kalau orang tuanya belum sukses, maka anaknya harus menjadi anak-anak yang sukses. Kalau orang tuanya belum berhasil, maka anak-anaknya harus menjadi anak-anak yang berhasil,” tegas Mensos di hadapan para orang tua dan siswa yang hadir.

Guna merealisasikan target tersebut, Kemensos memegang teguh tiga prinsip dasar arahan kepala negara yakni memuliakan yang cilik, menjangkau yang belum terjangkau, serta melakukan pembentukan yang tidak mungkin. “Keberadaan program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi tuntas dalam menekan angka 4 juta anak usia sekolah di Indonesia yang saat ini terdata masih belum bersekolah, tidak bersekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah akibat kendala finansial,” papar Mensos RI. (yos)


Pos terkait