Manado, DetikManado.com — Kementerian Sosial Republik Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada jumlah kepesertaan siswa Sekolah Rakyat di seluruh penjuru nusantara. Guna mengimbangi tren pertumbuhan tersebut, pemerintah terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur fisik berupa 1.000 gedung sekolah permanen sepanjang tahun anggaran berjalan.
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjabarkan bahwa grafik pertumbuhan siswa Sekolah Rakyat direncanakan melonjak secara berkala setiap tahunnya. Jika pada awal tahun lalu jumlah siswa berada di angka 15.000, penambahan 32.000 siswa baru pada tahun ini berhasil mendongkrak total kepesertaan aktif menjadi lebih dari 47.000 siswa di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
“Harapan kita, semakin tahun jumlahnya semakin meningkat,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meninjau open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2026).
Mensos memaparkan, hingga tahun ini, di seluruh Indonesia, siswanya sudah lebih dari 15.000. Ditambah yang baru masuk tahun ini 32.000, berarti lebih dari 47.000 siswa Sekolah Rakyat di tahun 2026.
“Tahun 2027 nanti siswa kita sudah lebih dari 100.000. Tahun 2028, siswa kita sudah lebih dari 200.000. Rencana kita, nanti tahun 2029 sudah sampai 425.000 di seluruh Indonesia,” urai Menteri Sosial.
Menurut Mensos, proyeksi pertumbuhan itu didasarkan pada asumsi matang di mana setiap kabupaten, kota, maupun provinsi akan memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Setiap unit gedung dirancang dengan kapasitas tampung mencapai 1.000 siswa yang mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Pemerintah menetapkan target ambisius untuk mendirikan 1.000 gedung permanen Sekolah Rakyat pada tahun 2026 ini demi menggantikan fasilitas belajar sementara yang sebelumnya beroperasi di wilayah perdesaan,” tuturnya.
Di Provinsi Sulawesi Utara, ungkap Mensos, pengerjaan gedung permanen tengah dikebut di Kabupaten Minahasa dengan capaian progres fisik yang saat ini telah menyentuh angka 80 persen. Gedung-gedung baru tersebut dipastikan bakal dilengkapi fasilitas modern.
“Mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, hingga ruang kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.
Saifullah Yusuf mengungkapkan, Sekolah Rakyat menerapkan mekanisme penerimaan siswa baru yang sangat berbeda dengan sekolah reguler. Mengingat asas keadilan sosial dan ketepatan sasaran, sekolah khusus ini sama sekali tidak membuka loket pendaftaran umum bagi khalayak luas guna mencegah terjadinya intervensi atau salah sasaran penerima manfaat.
“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Petugas dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah akan melakukan sistem penjangkauan,” papar dia.
Petugas itu mendatangi langsung rumah warga yang datanya tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dari BPS untuk melakukan verifikasi lapangan. Jika sesuai dan orang tua setuju, data akan ditetapkan oleh kepala daerah lalu dikirimkan ke Kemensos.
“Khusus untuk wilayah Kabupaten Minahasa, kuota siswa untuk jenjang SMP dan SMA saat ini terpantau telah penuh bahkan melebihi batas daya tampung. Oleh karena itu, konsentrasi pergerakan petugas verifikator di lapangan kini dialihkan penuh guna menjaring anak usia Sekolah Dasar demi memenuhi sisa alokasi kuota yang masih longgar pada gedung permanen baru tersebut,” papar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos.
Dia mengatakan, seluruh siswa yang berhasil dijaring melalui metode penjangkauan aktif ini nantinya wajib menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif. Ini sebagai langkah awal pendaftaran untuk menyusun rekam medis personal. Penapisan kesehatan ini ditujukan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak-anak keluarga kurang mampu seperti anemia, kurang gizi, hingga gangguan kebersihan fisik.
“Nantinya akan langsung diberikan penanganan medis serta pendampingan berkelanjutan oleh pemerintah agar para siswa dapat belajar dalam kondisi bugar dan penuh percaya diri,” papar Gus Ipul.(yos)















