Los Angeles, DetikManado.com – Perjudian taktik pelatih Murat Yakin membuahkan hasil gemilang setelah tim nasional Swiss sukses melumat Bosnia dan Herzegovina dengan skor telak 4-1 dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup B Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Jumat (19/6) pagi Wita.
Penyerang muda Freiburg, Johan Manzambi, keluar sebagai pahlawan kemenangan setelah memborong dua gol dramatis untuk Swiss di babak kedua.
Kemenangan meyakinkan ini langsung melontarkan Swiss mengamankan posisi di klasemen sementara Grup B dengan mengoleksi empat poin, menyusul hasil imbang kontra Qatar di laga pembuka. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Bosnia yang terpaksa bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan laga akibat kartu merah langsung.
Pertandingan sejatinya berjalan alot dan minim peluang pada paruh pertama. Bosnia sempat memegang kendali permainan dan merepotkan barisan pertahanan Swiss. Namun, jalannya laga berubah total usai turun minum ketika Murat Yakin memasukkan Johan Manzambi yang langsung memecah kebuntuan pada menit ke-74 lewat sepakan keras tak terbendung.
“Sangat penting untuk mengerahkan seluruh energi di lapangan hari ini dan menemukan solusi. Kami perlu bersabar dan kami memilih untuk menunggu hingga jeda minum untuk melakukan perubahan taktik, sehingga lawan tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi. Kami menurunkan pemain-pemain cepat dan setelah lawan sudah banyak berlari, kami mendapatkan ruang, dan kami mampu memenangkan pertandingan dengan meyakinkan,” ujar Murat Yakin, pelatih kepala Swiss seusai pertandingan.
Petaka bagi Bosnia kian diperparah setelah bek andalan mereka, Tarik Muharemovic, diusir keluar lapangan oleh wasit akibat melakukan pelanggaran profesional yang keras terhadap penyerang Swiss, Breel Embolo. Unggul jumlah pemain membuat lini serang Swiss semakin merajalela membombardir pertahanan lawan.
Pada menit ke-84, Ruben Vargas yang juga masuk sebagai pemain pengganti, memperbesar keunggulan Swiss menjadi 2-0 lewat penyelesaian akhir yang cerdas menggunakan kaki kanan. Enam menit berselang, giliran Vargas yang mengirimkan umpan matang kepada Manzambi untuk mencetak gol keduanya malam itu sekaligus mempertegas dominasi armada Nati menjadi 3-0.
Bosnia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada masa injury time (90+3′) melalui tembakan keras Ermin Mahmic. Namun, harapan comeback Bosnia langsung sirna seketika setelah kapten Swiss, Granit Xhaka, menutup pesta gol melalui eksekusi penalti yang tenang pada menit ke-90+7.
Merespons kekalahan perdana timnya, pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, mengaku kecewa namun enggan patah arang.
“Hingga jeda minum, kami adalah tim yang lebih baik, kami bermain bagus dan memberi tekanan pada mereka. Mereka menghukum kami dengan berat, tetapi begitulah hidup. Ini adalah kekalahan pertama kami dalam sepuluh pertandingan, tetapi dunia belum berakhir sekarang. Kami masih memiliki satu pertandingan tersisa dan kami akan mencoba memenangkannya,” tutur Barbarez.
Dua gol ini terasa sangat spesial bagi Johan Manzambi. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun 247 hari, ia resmi menorehkan tinta emas sebagai pemain termuda sepanjang sejarah sepak bola Swiss yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia FIFA. Ia juga menjadi pemain pengganti pertama Swiss yang sukses mencetak brace di turnamen akbar empat tahunan ini, yang sekaligus menempatkannya dalam radar perburuan sepatu emas adidas.
Pemain Terbaik Pertandingan (Player of the Match) tersebut tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas pencapaian luar biasa ini.
“Ya, ini mungkin momen terbaik dalam karier saya sejauh ini. Kami tahu mengapa kami tidak memulai dengan baik dan kami harus bersabar hari ini. Tapi kami adalah tim yang bagus dan saya pikir kami menunjukkannya hari ini,” pungkas Manzambi penuh optimisme. (yos)














