Cetak Sejarah, Kongo DR Tahan Imbang Portugal 1-1 di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo juga mencetak sejarah di duel Kongo vs Portugal di Piala Dunia 2026 yang berakhir imbang.

Houston, DetikManado.com – Republik Demokratik (RD) Kongo berhasil menciptakan sejarah baru dalam partisipasi mereka di kancah sepak bola dunia. Tim berjuluk Les Leopards sukses memetik poin sekaligus mencetak gol pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Portugal, dengan skor 1-1 pada laga Grup K di Stadion Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini juga diwarnai dengan pecahnya rekor pribadi kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun 132 hari, Ronaldo resmi menjadi pemain lapangan ( outfield player ) tertua yang pernah tampil sebagai starter dalam sejarah Piala Dunia. Laga ini sekaligus menjadi penampilan ke-23 Ronaldo di turnamen empat tahun tersebut, menyamai rekor legenda Italia, Paolo Maldini.

Bacaan Lainnya

Portugal sejatinya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Laga baru berjalan enam menit, Selecao das Quinas langsung unggul melalui sundulan Joao Neves yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Pedro Neto.

Kendati Portugal mendominasi dominasi bola di awal babak, Kongo DR perlahan bangkit dan menebar ancaman. Upaya keras anak asuh Sebastien Desabre menghasilkan hasil tepat sebelum turun minum (45+5′). Memanfaatkan umpan silang Arthur Masuaku, striker Yoane Wissa melepaskan sundulan yang gagal dihalau kiper Portugal, Diogo Costa.

Gol tersebut menjadi momen emosional yang sangat bersejarah. Ini merupakan gol pertama Kongo DR di Piala Dunia, berjarak 52 tahun setelah debut pertama negara Afrika tersebut pada edisi 1974 silam.

Memasuki babak kedua, Joao Cancelo sempat menggetarkan jala Kongo DR lewat tendangan salto spektakuler. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena bek sayap Portugal sudah berada dalam posisi offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan setelah sejumlah peluang dari kedua tim—termasuk dua peluang dari Ronaldo—gagal mengkonversi menjadi gol.

Striker Kongo DR sekaligus pencetak gol bersejarah, Yoane Wissa, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tim yang mampu menahan tim unggulan.

“Saya jelas sangat bangga hari ini karena kami telah bekerja sangat keras. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang lebih kuat dari kami.Tetapi kami menunjukkan keberanian dan ketahanan. Mencetak gol pertama kami adalah sumber kebanggaan yang besar karena itu mencerminkan karakter tim ini,” ujar Wissa seusai pertandingan.

Kebahagiaan senada juga disampaikan oleh pelatih Kongo DR, Sebastien Desabre, yang memuji kedisiplinan dan mentalitas para pemainnya di atas lapangan.

“Para pemain menunjukkan komitmen dan sikap tanpa pamrih yang luar biasa. Kami menjalankan rencana permainan bertahan seperti yang kami inginkan… Saya sangat bangga dengan para pemain saya karena mereka mewakili Kongo dengan cara yang sangat positif dan seluruh negara pantas mendapatkannya,” tutur Desabre.

Sementara itu di kubu seberang, pelatih Portugal Roberto Martinez mengakui kehilangan momentum setelah sempat unggul cepat di awal babak pertama.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang hebat, tetapi ternyata tidak. Saya pikir kami sedikit kehilangan kedalaman serangan, kehilangan kelancaran penguasaan bola, dan membiarkan mereka mendapatkan kembali bentuk permainan mereka. Kepercayaan diri yang mereka peroleh setelah gol tersebut membuat pertandingan menjadi sangat sulit,” kata Martinez membiarkan performa bermain.

Meski gagal meraih poin penuh, gelandang muda Portugal Joao Neves terpilih sebagai Player of the Match berkat penampilan impresifnya di lini tengah. Neves menegaskan bahwa fokus tim kini adalah segera bangkit pada laga berikutnya.

“Ini adalah pertandingan Piala Dunia pertama saya, dan saya senang dengan penampilan saya. Tapi, seperti yang selalu saya katakan, yang terpenting adalah tim… Yang benar-benar kami butuhkan adalah kemenangan. Skuad ini bersatu dan tekad untuk menjadi lebih baik,” tegas Neves.

Dengan hasil imbang ini, persaingan di Grup K Piala Dunia 2026 dipastikan bakal semakin sengit, di mana Kongo DR membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di turnamen ini. (yos)


Pos terkait