Dallas, DetikManado.com – Tim nasional Inggris sukses mengawali kampanye mereka di Grup L Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil memukau. Berlangsung di Stadion Dallas pada Kamis (18/6/2026) pagi WIB, The Three Lions berhasil menumbangkan Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2 dalam laga pembuka yang berlangsung sengit.
Kapten Inggris, Harry Kane, menjadi bintang lapangan lewat sumbangan dua golnya pada menit ke-12 (penalti) dan ke-42. Dua gol tambahan Inggris di babak kedua masing-masing dicetak oleh Jude Bellingham (47′) dan pemain pengganti Marcus Rashford (85′). Sementara itu, Kroasia sempat memberikan perlawanan sengit di babak pertama melalui gol Martin Baturina (36′) dan Petar Musa (45+5′).
Pertandingan berjalan dramatis sejak menit awal. Inggris mendapatkan hadiah penalti setelah Noni Madueke dilanggar oleh Luka Modric. Eksekusi pertama Kane sempat digagalkan kiper Dominik Livakovic, namun wasit Clement Turpin meminta penalti diulang karena Livakovic bergerak meninggalkan garis gawang terlebih dahulu. Pada kesempatan kedua, Kane sukses menyarangkan bola.
Gol kedua Kane yang lahir dari sundulan memanfaatkan umpan sepak pojok Declan Rice juga membawa catatan sejarah baru. Penyerang Bayern Munchen ini kini menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia dengan total 10 gol. Selain itu, ia juga menobatkan diri sebagai pemain dengan gol penalti terbanyak (5 gol) dalam sejarah Piala Dunia, di luar babak adu penalti.
Meski sempat unggul dua kali, lini pertahanan Inggris sempat goyah di babak pertama akibat gol balasan dari Baturina dan tendangan voli ciamik Petar Musa yang membuat skor imbang 2-2 saat turun minum.
Kebangkitan Babak Kedua Berkat Pidato Tuchel
Performa Inggris berubah drastis di babak kedua berkat instruksi tegas dari sang manajer, Thomas Tuchel, di ruang ganti. Inggris tampil menekan dengan intensitas tinggi, yang langsung membuahkan hasil lewat gol cepat Jude Bellingham di awal babak kedua, sebelum akhirnya dikunci oleh gol penutup Marcus Rashford setelah memanfaatkan kerja sama apik dengan Bukayo Saka.
Usai laga, Thomas Tuchel mengakui timnya sempat bermain gugup dan terlalu cari aman pada paruh pertama pertandingan.
“Babak pertama agak rumit bagi kami, agak menegangkan. Keputusan yang kami ambil, kami memilih untuk bermain aman dan mundur,” ujar Tuchel kepada ITV.
“Saya melihat statistik hanya 33% duel lapangan yang kami menangkan di babak pertama, dan melonjak jadi 73% di babak kedua. Saya sangat menyukai reaksi para pemain di babak kedua,” tambah dia.
Kapten Inggris, Harry Kane, juga memuji arahan Tuchel saat jeda antarbabak yang membakar semangat para pemain untuk tampil tanpa beban dan lebih agresif.
“Pujian untuk manajer, manajer memberi kami pidato saat jeda seolah-olah mengatakan, ‘Lihat, jika kita kalah, kita kalah dengan cara kita sendiri’ dan Anda melihat itu dari bagaimana kita bermain di babak kedua,” ungkap Kane.
“Kami bermain habis-habisan dan mereka tidak bisa mengatasinya. Intensitas yang kami tunjukkan, itulah kekuatan terbesar kami,” sambung dia.
Di sisi lain, pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas penurunan performa anak asuhnya setelah jeda.
“Kami bermain sangat buruk di babak kedua. Kami kebobolan gol ketiga setelah umpan panjang dan melihat betapa sulitnya untuk bangkit kembali. Kami bereaksi buruk terhadap umpan jauh dan melakukan rotasi dengan buruk,” kata Dalic kecewa.
Dengan kemenangan ini, Inggris mengamankan tiga poin penting di Grup L dan mencatatkan rekor memenangkan laga pembuka Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. (yos)















