Ada Halua Kenari hingga Batik Tulis, Produk Hasil Karya WBP di Kemenkumham Sulut

Ronald Lumbuun dan Andre Angouw serta sejumlah undangan lainnya memantau berbagai produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan, Jumat (14/4/2023), di lapangan Kanwil Kemenkumham Sulut. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – Ada berbagai produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dipamerkan di Kanwil Kemenkumham Sulut, Jumat (14/4/2023). Mulai dari halua kenari dan beragam kuliner hingga batik tulis.
Pameran hasil karya WBP ini digelar dalam event “One Day One Prison’s Product” yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Sulut Ronald Lumbuun didampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw serta tamu undangan lainnya.
“Kegiatan ini dalam rangkaian memperingat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59 yang jatuh pada 27 April tahun 2023. Namun puncak peringatan serentak secara nasional dilaksanakan 4 Mei tahun 2023, karena ada hari libur panjang,” papar Lumbuun.
Dia mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan produk-produk Warga Binaan Pemasyarakatan baik dari Rutan dan Lapas, sehingga masyarakat bisa lebih mengenal produk-produk tersebut.
“Tujuan lainnya juga untuk memberikan bekal kepada para warga binaan agar ketika mereka sudah kembali ke masyarakat, sudah memiliki skill dan bisa kembali menjadi masyarakat dan warga negara yang baik,” papar Lumbuun.
Usai seremoni pembukaan, Lumbuuan bersama para undangan meninjau satu per satu stand yang diisi oleh Satker di wilayah Kemenkumham Sulut seperti Lapas dan Rutan.
Tak sekadar meninjau, sejumlah undangan juga nampak membeli produk-produk WBP yang dipamerkan seperti halua kenari, ikan roa, jagung manis hingga sayuran segar.
“Ada rencana membuat event lebih besar lagi di setiap kesempatan, tidak hanya terbatas pada Hari Bakti Pemasyarakatan. Kedepan kita akan libatkan lebih banyak lagi komponen terkait,” ujar Lumbuun.
Pihak Kemenkumham Sulut juga bekerjasama dengan berbagai komponen terkait. Seperti sudah ada produk yang ada di supermarket yaitu minyak kelapa dari Lapas Amurang dan juga sudah terdaftar merek dagangnya.
“Dengan bekal ketrampilan itu mereka bisa menghasilkan produk-produk yang punya nilai ekonomis,” ujarnya.

Komentar Facebook