Aipda Deyidi Mokoginta Salurkan Bantuan Beras Polri di Pandu Manado

  • Whatsapp
Aipda Deyidi Mokoginta ST MSi menyalurkan bantuan beras premium dari Polri, kepada warga yang terdampak Covid-19 di Kelurahan Pandu.

Manado, DetikManado.com – Personil Biro Logistik Polda Sulut, Aipda Deyidi Mokoginta ST Msi menyalurkan bantuan beras premium dari Polri, kepada warga yang terdampak Covid-19 di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Minggu (31/05/2020).

Polisi ini menyalurkan bantuan beras tersebut dengan menyasar warga kurang mampu di daerah yang belum tersentuh bantuan. Dia mendatangi satu per satu pemukiman warga yang berada di Lingkungan I (Lahendong) dengan berjalan kaki sejauh 3 kilo meter.

Bacaan Lainnya

“Karena pemukiman ini sulit dijangkau dengan kendaraan, sehingga saya dibantu warga harus memikul beras dan berjalan kaki menuju ke tempat tersebut,” jelas Mokoginta.

Lanjutnya, berdasarkan informasi warga yang tinggal di pemukiman ini sebagian besar tidak memiliki penghasilan tetap, mereka ada yang bekerja sebagai petani, dan ada juga buruh harian.

“Ini adalah bantuan beras dari Polri yang disalurkan melalui Polda Sulut, setiap keluarga mendapatkan 5 kg. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga,” tuturnya.

Dia mendatangi satu per satu pemukiman warga yang berada di Lingkungan I (Lahendong) dengan berjalan kaki sejauh 3 kilo meter.

Sementara itu, salah seorang warga sertempat menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Polri, karena dia dan suaminya belum pernah menerima bantuan.

“Baru ini saya menerima bantuan, karena suami saya bukan warga di sini. Hanya orang tua yang warga di sini,” jelas Uyun Gani.

Tak hanya di Kelurahan Pandu, pada Sabtu (30/05/2020) malam, Aipda Deyidi Mokoginta juga menyisir pemukiman warga di Kasuratan, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Manado.

Sama halnya dengan di Kelurahan Pandu, di tempat ini pengantaran bantuan tersebut juga dilakukan dengan berjalan kaki sejauh 2 kilo meter.

Di sini, bantuan diberikan kepada warga yang tinggal di rumah sederhana, di mana sebagian besar dari warga ini tidak memiliki KTP Manado, sehingga bantuan dari pemerintah tidak menyentuh sampai kepada mereka.

“Di sini saya menemukan masih ada yang warga sepasang lansia yang hidup di gubuk tanpa peneriangan listrik, meeka masih menggunakan lampu botol dari minyak tanah,” pungkasnya. (red)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *