Bansos Lansia dan Disabilitas Tak Terserap Maksimal, Dinsos Bitung Sampaikan ini!

Kepala Dinsos Bitung, Laddy Ambat saat rapat LKPJ. Foto lain, Ketua Fraksi Gerindra, Paulus Denny Liemitang.

Bitung, DetikManado.com- Penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi lansia dan penyandang disabilitas di Kota Bitung tahun anggaran 2025 tidak berjalan maksimal. Kurang lebih 1.289 penerima tercatat gagal menerima bantuan.

Fakta itu terungkap dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota Bitung 2025, saat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bitung, Laddy Ambat, dicecar pertanyaan oleh anggota DPRD.

“Penyebabnya karena ada penerima yang sudah meninggal dunia, ada yang berada di luar daerah, dan ada juga yang sudah pindah alamat,” ujar Laddy dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan, bantuan sebesar Rp300 ribu per orang itu akhirnya tidak tersalurkan dan anggarannya dikembalikan ke kas daerah.

Menurut Laddy, penyaluran bansos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem tersebut, hanya masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5 yang berhak menerima bantuan.

Dinsos, lanjutnya, hanya bertugas mengusulkan data melalui operator di tingkat kelurahan. Data tersebut kemudian diverifikasi oleh pemerintah pusat hingga dilakukan pengecekan lapangan.

Tak hanya soal data, DPRD juga menyoroti lemahnya sosialisasi kepada masyarakat.

Anggota pansus yang juga Ketua Fraksi Gerindra, Paulus Denny Liemitang, menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut.

“Ini harus jadi perhatian serius. Jangan sampai bantuan untuk lansia dan disabilitas tidak tersalurkan hanya karena persoalan data dan kurangnya sosialisasi,” katanya.

Ia mendorong Dinsos dan pemerintah kelurahan lebih aktif menjangkau penerima manfaat, terutama kelompok lansia dan disabilitas yang memiliki keterbatasan akses informasi.

“Harus ada langkah jemput bola. Jangan hanya menunggu, karena kelompok ini sangat rentan dan butuh perhatian lebih,” tegasnya.

Ia juga meminta pembaruan data dilakukan secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan sampai setiap tahun masalahnya sama. Ini menyangkut hak masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Laddy mengakui keterbatasan sumber daya menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi sosialisasi.

Selama ini, pihaknya mengandalkan pemerintah kelurahan untuk menyampaikan informasi, baik melalui pengumuman maupun penempelan nama penerima di kantor lurah.

“Kedepan kamu akan memperbaiki penyaluran bansos, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas agar lebih tepat sasaran,” kata Laddy.

(Jamal Gani)


Pos terkait